Rabu, 06 Januari 2016

DUNIA DAN EKONOMI

DIBALIK KEMEWAHAN ZARA
Oleh : Abdul Halim / 201410360311159
Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional
                                                                   Universitas Muhammadiyah Malang


Masalah ekonomi adalah masalah yang sangat kompleksitas dalam dunia. Selalu ada masalah-masalah baru yang tumbuh. Permasalhan ekonomi tidak hanya tentang masalah-masalah yang dihadpi oleh negara-negara berkembang saja. Negara maju yang biasanya identikdengan kemapanan, kenyamanan, dan keselarasan antar ummat juga tidak bisa dipungkiri. Semakin maju nya dunia, permasalahan juga akan semakin berkembang. Permasalahan ekonomi ini juga terus dan akan semakin kompleks kedepannya. Hal ini dikarenakan semakin kompleknya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang ada.

Dalam kenyataan sehari-hari kita tidak bisa mempungkiri bahwa ada saja aspek ekonomi yang telah kita lakukan. Termasuk dalam rana hubungan internasional, negara tidak akan bisa menampikkan aspek ekonomi. Salah satu contoh riil nya adalah perdagangan. Tiap-tiap negara tentu memakai aspek perdagangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pemerintah maupun rakyatnya. Dalam sistem negara seperti ini, tentu perlu adanya kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah supaya roda perekonomian tetap berjalan dengan baik. Kita harus menyadari bahwa tiap-tiap negara harus sadar bahwa kegiatan ekonomnya akan berdampak pada suatu hari nanti. Memang pada teori serta analisanya sering muncul keuntungan dan kelebihan yang bisa diambil, tetapi pada penerapannya kita juga sering mengalami kerugian yang cukup besar pada tiap-tiap aspek yang dijalankan. Dampak kerja sama ekonomi dalam lingkup hubungan negara secara internasional. Baik yang bersifat regional, multinasional serta bilateral. Sering memberikan aspek yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Tenu hal tersebut akan menimbulkan dampak tersendiri,mulai dari dampak yang baik atau bagus hingga dampak yang buruk atau berbahaya.

Dalam pandangan Marxis, negara dalam penerapannya dalam situasi politik internasional tentu akan menghitung untung rugi. Mereka ( negara atau pemerintah) akan menghitung sejauh mana keuntungan negaranya atau kerugian seperti apa yang akan ditimbulkan dikemudian hari. Untung rugi sendiri menjadi karakteristik dari ekonomi yang tidak dapat kita elahkan dari dunia ini. Semua negara tentu tidak akan menyia-nyaiakan kesempatan yang mereka milki untuk terus berkembang. Dan tiap-tiap negara akan selalu menghalau kerugiaan yang bisa timbul dari permasalahan yang ada. Meskipun negaraseringkali berfokus pada aspek sosial, budaya, dan politik suatu bangsa. Tetapi negara tidak bisa menyampingkan aspek ekonomi, karena keberadaan aspek ekonomi yang cukup vital adanya. Suatu negara bisa dikatakan maju apabila GNP (Grooss National product) dan GDP (Gross Domestic Product) nya tercapai dengan baik. Suatu negara bisa dikatakan maju juga bisa berangkat dari kaca mata ekonomi, apakah negara tersebut laju ekonominya baik. Bahkan sangking vitalnya masalah ekonomi suatu negara dapat dikatakan gagal bila negara tersebut mengalamipertumbuhan ekonominya yang cukup buruk. Seperti tingginya inflasi atau tingginya pengangguran.

Di dunia ini, tidak ada satupun negara yang baik ataupun buruk. Tentu tiap-tiap negara selalu memilki keinginan sendiri-sendiri yang berbeda antar satu negara dengan negara yang lain. Hal ini sesuai dengan kebijakan ekonomi maupun dasar negara suatu negara tersebut. Kita seharusnya menyadari bahwa di dunia ini tidak ada negara yang berperan seperti ibu peri bak cerita-cerita masa kecil. Kita bisa melihat, bahwa negara-negara sering melakukan eksploitasi terhadap negara-negara tertentu. Terutama negara-negara besar atau negara-negara maju yang mengeksploitasi negara-negara berkembang atau negara duania ketiga. Seringkali negara-negara maju yang memilki kepentingan nasionalnya untuk melakukan proses hegemoni kepada negara-negara berkembang. Eksploitasi dalam rana ini, tidak hanya berbcicara tentang eksploitasi sumber daya alam. Tetapi juga eksploitasi ekonomi yang sangat vital keberadannya.

Di dunia ini, ada suatu hal yang tidak semua negara menyadari-nya. Class war, begitu mereka menyebutnya ini memang terjadi di dunia yang begitu indah ini. Peperangan antara kaum borjuis dengan proletar. Sejarah semua masyarakat hingga sekarang ini adalah sejarah perjuangan kelas. Sejarah perjuangan kelas orang-orang yang diperbudak melawan orang-orang merdeka, plebejer melawan patrisir, hamba melawan tuan bangsawan, buruh magang melawan pemilik gilda, pendeknya: si tertindas melawan si penindas, mereka semua senantiasa ada dalam pertentangan satu dengan yang lainnya, melakukan perjuangan yang tiada putus-putusnya, kadang-kadang dengan sembunyi-sembunyi, kadang-kadang dengan terang-terangan, setiap perjuangan yang bisa saja diakhiri dengan penyusunan-kembali masyarakat umum, atau kelas-kelas yang saling bermusuhan tersebut sama-sama binasa. Dalam zaman permulaan sejarah, hampir di mana pun, kita dapati suatu susunan rumit masyarakat yang terbagi menjadi berbagai golongan, menjadi banyak tingkatan kedudukan sosial.

Kasus ZARA adalah kasus yang bisa mengemplementasikan permasalahan yang ada di bumi ini dalam bidang ekonomi. Zara sebagai salah satu merk dagang yang cukup baik saat ini, Zara adalah salah satu merek yg berasal dari Spanyol dan bermarkas di Arteixo, Gallicia. Zara didirikan pada tahun 1975 oleh Armancio Ortega dan Rosallia mera. Zara sendiri hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu untuk mengembangkan produk-produk barunya dan meluncurkan sekitar 10.000 design baru setiap tahunnya. Armancio ortega pertama kali membuka Zara Store di sebuah jalan utama di pusat kota A Coruña, Galicia, Spanyol. Toko tersebut ternyata cukup sukses, sehingga Armancio membuka beberapa store lagi di Spanyol. Selama tahun 1980, Ortega mulai mengubah desain, manufaktur dan proses distribusi untuk mengurangi lead time dan bereaksi terhadap tren baru dalam cara yang lebih cepat, dalam apa yang ia sebut "mode instan". Pada tahun 1980, perusahaan mulai melakukan ekspansi internasional melalui Porto , Portugal. Pada tahun 1989 mereka memasuki Amerika Serikat dan Perancis pada tahun 1990. Dan hingga saat ini, Zara sudah terdapat di 73 negara di Dunia termasuk di Indonesia. Zara memiliki beberapa jenis pakaian, mulai dari Wanita (Woman dan TRF), Pria (Men), anak-anak (Zara Kids), Zara Home hingga kosmetik. Store Zara paling banyak berada di Spanyol (329 toko), dan Prancis (114 Toko). Sementara di Indonesia, Zara hanya ada 13 toko.

Dalam perjalanannya Zara, memakai prinsip SCM. SCM sendiri adalah Supply Chain Management, adalah konsep ekonomi yang dipraktikan oleh ZARA sendiri untuk melakukan penjualan keseluruh negara-negara yang mereka tuju sebagai pansar mereka. Dari namanya saya rasa kita bisa membuat kesimpulan secara kasar apa itu SCM. Ada kata “rantai” dan kata “pasokan / suplai”. Kita tahu rantai itu bentuknya seperti lingkaran yang tidak putus, dan pasokan atau suplai adalah persediaan atau stok barang-barang yang dibutuhkan dan dapat diperoleh. Jadi rantai pasokan atau rantai suplai adalah suatu lingkaran yang saling berhubungan dalam rangka untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan dari pemasok / penyuplai.

Tentu saja banyak faktor yang terdapat dalam lingkaran rantai pasokan / suplai itu. Agar rantai tersebut berjalan dengan baik  tentu saja diperlukan suatu pengaturan atau manajemen yang baik juga.  Jadi dari sini kemudian muncullah apa yang disebut Manajemen Rantai Pasokan / Suplai (SCM). Secara garis besar SCM adalah suatu proses untuk mengintegrasi, mengkoordinasi dan mengontrol pergerakan bahan baku menjadi produk jadi dan mengirimkannya kepada konsumen. Pergerakan informasi juga termasuk dalam proses ini.  Segala upaya biasanya dilakukan agar proses tersebut dapat dilakukan secara efektif dan efisien untuk memaksimalkan nilai yang bisa didapatkan oleh konsumen serta untuk mencapai suatu keuntungan yang berkelanjutan.

Dalam masalah SCM yang diterapkan oleh ZARA memang berjalan sangat baik dan sangat bagus. Banyak konsumen yang merasa diuntungkan dari siklus ini, hal ini dikarenakan banyak variatif dan lebih cepat barang itu di eksplor. ZARA yang kita kenal saat ini, adalah barang yang cukup mewah dikalangan wanita-wanita di dunia, tidak murah untuk membeli produk ZARA,perlu merogoh kocek yang cukup dalam untuk membeli sebuah tas atau aksesoris lainnya. Dengan sistem yang baik dan barang yang selalu kekinian dan sangat menawan tak pelak banyak para wanita yang merelakan uang mereka sedikit terkuras demi membeli produk zara tersebut.

Tetapi dalam balik layar barang yang begitu menawan, tentu tidak semua orang mengetauhi apa-apa yang terjadi di dalamnya. ZARA sebagai merk fashion yang cukup terkenal saat ini bisa dikatakan sebagai produk yang cukup menawan untuk ditenteng berpegian. Dalam kasus masalah yang kita pelajari, ZARA bisa dijadikan sebagai contoh rill dari problematika saat ini. Kita dapat melihat bagaimana ZARA mengeksploitasi para pegawainya dengan sistem SCM yang mereka lakukan selama ini. Hal ini bisa dikatakan sebagai class war saat ini. Dimana para pemilik bisnis merangkuh dan menyita tenaga para pegawai yang mereka punya. Mereka melakukan hal tersebut semata-mata untuk menciptakan keuntungan yang maksimal. Para pegawai ZARA dituntut untuk membuat hasil yang begitu mengangungkan dan begitu menawan. Yang nantinya, ketika barang itu sudah jadi maka barang-barang itu akan dijual dengan harga yang begitu mahal, dan yang akan membeli-nya adalah orang-orang yang menempati definisi sebagai masyarakat kelas atas dan kemapanan yang mereka punya.


Hal seperti ini, sudah banyak terjadi di dunia. Dimana para pegawai mereka harus menciptakan barang yang sedemekian hingga supaya laku dan perusahaan akan mendapatkan keuntngan yang maksimal. Tetapi jika kita melihat para pegawai, atau pekerja mereka. Sungguh sangat miris, mereka hanya diberikan gaji sesuai aturan yang telah disepakati. Bisa saja gaji yang mereka terima sama halnya dengan harga tas atau aksesoris yang mereka kerjakan. Hal ini sangat nyata bahwa ZARA sendiri telah membuat sistem class war jenis baru. Tetapi ZARA sebagai salah satu perusahaan yang memilki sistem SCM yang sangat baik juga memberikan dampak tersendiri. Yaitu adanya keuntungan bagi negara produksi, karena adanya penyerapan tenaga kerja yang baik. Jika dilihat bagi negara induk, ini juga menguntungkan karena mereka dapat membayar para pegawinya dengan harga yang lebih murah tetapi hasilnya sama. Hal ini sangat berbeda jika mereka harus membuat barang tersebut ditempat negara itu, tentu akan membuat konsumsi pegawi semakin meningkat. Tetapi bagi Indonesia, hal ini hanya membuat Indonesia semakin tergantung kepada negara tertentu dan ini tidak baik kedepannya. 

GERAKAN FEMINIS IRAN

KETIKA PEREMPUAN BERBICARA

Oleh : Abdul Halim / 201410360311159
Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional
 Universitas Muhammadiyah Malang


Dunia tempat kita tinggal saat ini adalah dunia dimana anak cucu adam lahir, tumbuh, berkembang dan meninggalkan bumi. Tentu sejak manusia pertama lahir dimuka bumi ini yaitu Nabi Adam Shallahualaiha wassalam hingga umat manusia yang terkahir dimuka bumi ini pada akhirnya. Tentu manusia tidak hanya diciptakan sebagai lelaki saja tetapi ALLAH juga menciptakan manusia dari dua golongan atau gender. Laki-laki dan Perempuan, tidak akan pernah habis hingga hari akhir nanti. Meskipun jumlah dikedua belah pihak memang cenderung tidak seimbang, tetapi kedua belah pihak mempunyai tujuan mengapa mereka diciptakan.Laki-laki dan perempuan memang memilki porsi sendiri-sendiri. Tujuan, tanggung jawab juga telah ditulisakn secara berebeda-beda antara manusia satu dengan yang lain. Baik itu dari kaum laki-laki maupun kaum perempuan. Laki-laki dan perempuan merupakan mahkuk hidup yang saling berkentengantungan antara satu dan yang lain. Ada bagian-bagian yang tidak bisa dikerjakan sepihak, tetapi juga harus dikerjakan secara kebersamaan dan sama-sama.

Di era modern ini, masih banyak elemen manusia yang masih sering meremehkan gender atau kaum yang lain. Mereka biasanya menganggap gender yang lain itu adalah gender yang tidak kompetible atau tidak substansial untuk diajak bekerja sama. Hal ini masih tejadi pada disekitar kita saat ini. Pada umumnya mereka yang beranggapan bahwa wanita-wanita itu adalah mahluk yang lemah dan tidak dapat bekerja sendiri. Tetapi hal ini harus kita bantah,mengapa?. Sekarang kita hidup dimasa dimana manusia itu mempunyai derajat yang sama. Baik itu laki-laki maupun perempuan. Sekarang yang dapat menjadi elemen pembeda antara manusia adalah tingkat kecerdasan, ekonomi, pengetauhan,serta taqwa nya yang mereka milki per individu. Kita tidak dapat membedakan manusia hanya berdasarkan genderitas saja, dan bernggapan kuno bahwa laki-laki itu adalah segalanya dan perempuan adalah mahluk yang lemah.

Banyak gerakan-gerakan yang menentang akan ketidak keseimbangan antara laki-laki dan perempuan. Banyak gerakan-gerakan yang digulirkan oleh para perempuan yang ada dibumi ini. Mereka pada umumnya menuntut adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan diatas bumi ini. Tentu kita sebagai mahluk Allah yang diberikan modal kepandaian yang tidak terhitung, sebaiknya kita memikirikan akan kasus-kasus seperti ini. Perbedaan gender pada hakikatnya adalah bersifat natural. Allah sang maha agung pun telah membuat atau menciptakan manusia dari dua golongan ( yaitu laki-laki dan perempuan ) dimana kedua nya sangat berbeda. Banyak hal yang menjadi pembeda antara laki-laki dan perempuan, baik yang terlihat nyata seperti bentuk tubuh dan lain sebagianya serta sesuatu yang tak kasat mata ( alat reproduksi dan sebagainya). Jika kita lihat dari aspek ini, tentu perbedaan gender adalah sesuatu yang berbeda dan bersifat natural.

Feminis atau gerakan yang menyuarakan bahwa wanita itu juga ada di permukaan bumi ini. Selama ini kita tidak dapat mengelak bahwa fokus dunia adalah masih bersifat maskulinitas atau masih bersifat “men-central” atau lebih mengutamakan aspek-aspek laki-laki. Dimana bisa kita lihat dunia saat ini selalu banyak berbicara tentang laki-laki seperti power, perang dan perdamaian. Hal ini masih bersifat maskulinitas. Maka dari itu para perempuan menyeruakan aksi dan aspirasinya. Meminta dunia untuk sadar bahwa yang hidup di dunia ini bukn hanya laki-laki. Maka mereka meminta mereka ( para perempuan ) juga diperhatikan keberadaannya. Mereka juga ingin terlibat dalam peranan dunia ini.

Kaum perempuan adalah salah satu kekuatan masyarakat yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam mengisi kemerdekaan bangsa untuk mewujudkan sistem kehidupan dalam internal suatu negara itu sendiri maupun secara global, yang semakin memberikan penekanan pada aspek demokratisasi, perlindungan hak asasi manusia, lingkungan hidup, serta supremasi sipil. Gerakan perempuan atau lebih dikenal sebagai gerakan gender sebagai gerakan politik sebenarnya berakar pada suatu gerakan yang dalam akhir abad ke-19 di berbagai negara Barat dikenal sebagai gerakan “suffrage”, yaitu suatu gerakan untuk memajukan perempuan baik di sisi kondisi kehidupannya maupun mengenai status dan perannya. Inti dari perjuangan mereka adalah bahwa mereka menyadari bahwa di dalam masyarakat ada satu golongan manusia yang belum banyak terpikirkan nasibnya. Golongan tersebut adalah kaum perempuan.

Perjuangan politik kaum perempuan di berbagai negara melalui proses yang berbeda-beda dan  mendapatkan respon yang berbeda-beda pula. Hal ini tergantung dari ideologi negara tersebut. Negara-negara Barat atau negara maju cenderung lebih cepat menerima perjuangan perempuan dibandingkan negara-negara miskin, terlebih lagi negara-negara Islam yang sedkit lambat dalam menanggapi isu-isu perempuan. Mereka memberikan peraturan terhadap keberadaan kaum perempuan. Negara Iran menjadi salah satu negara Islam yang cukup berbeda dari negara-negara Islam lainnya dalam memandang perempuan.

Islam sebenarnya adalah agama yang sangat memuliakan perempuan dibandingkan dengan agama-agama lain yang sangat memandang rendah kaum perempuan. Perempuan selalu dinomerduakan setelah laki-laki, bahkan dalam masyarakat jahiliyah perempuan selalu dianggap sebagai pembawa petaka, sampai-sampai kelahirannya pun tidak pernah diinginkan oleh orangtuanya, apalagi oleh pihak ayahnya. Namun setelah Islam datang dengan membawa cahaya kebenaran dari Allah melalui Nabi Muhammad, kedudukan wanita sedikit lebih dimuliakan. Walaupun kenyataanya dalam tradisi manapun perempuan posisinya masih lebih rendah dari laki-laki.

Iran sebagai negara yang cukup mempunyai sejarah yang banyak tentu tidak dapat dilupakan begitu saja. Iran juga salah satu negara yang memiliki peradaban kuno yang cukup baik dan bagus. Kita tidak bisa mengelak, bahwa Iran juga mempunya proposi tersendiri dalam kegiatan sejarah yang mereka perbuat dimasa lalu. Namun Iran baru telah berkembang pasca revolusi Iran tahun 1979. Pemimpin revolusi tersebut adalah Ayyatullah Ali Khoemenni, dimana ia dianggap sebagai seorang yang ahli dalam kegiatan agama dan kegiatan perpolitikan. Selanjutnya setelah rezim Shah turun, kemudian Ayyatullah lah yang menjabat sebagai pemimpin negara.Berjuluk Faqih ( atau orang yang dianggap sebagai orang yang paling bijaksana dalam hal politik dan agama). Dalam masa ini, Ayyatullah berusaha mengembalikan nilai-nilai islam yang telah mulai luntur ketika Shah berkuasa.Ayyatullah mulai menata kembali nilai-nilai Islam. Termasuk peranan wanita dan keberadaannya, wanita di kembalikan dan disesuaikan dengan norma-norma Islam dan aturan-aturan Islam versi mereka.

Gerakan feminis sendiri menjadi gerakan yang cukup radikal pada saat itu. Dimana gerakan ini muncul pasca meninggalnya sang revolusioner Ayyatullah Ali Khoemeinni pada tahun 1989. Gerakan ini muncul sebagai salah satu bentuk demonstrasi masyarakat atau perempuan dimana mereka (para perempuan) merasa hidupnya tidak lagi bebas dan semakin terkengkang oleh aturan-aturan yang ada pada saat itu. Khomaeni membuat perempuan terkungkung kembali sedalam-dalamnya dalam system patriarkhi yang tidak pernah hilang olehnya. Suara perempuan tidak akan pernah di dengar kembali, kebebasannya pun telah direnggut oleh kebijakan pariarkhal Khomaeni. Perempuan haruslah mengenakan kerudungnya kemanapun dia pergi dan harus mendapat izin dari muhrimnya atau yang bertanggungjawab atas diri perempuan tersebut. Dari peraturan-peraturan ini menunjukkan bahwa Khomaeni yang merupakan seorang ulama yang juga berperan dalam memimpin Negara, belum bisa berlaku adil terhadap rakyatnya, khususnya perempuan. Meskipun begitu gerakan-gerakan feminis di Iran tidaklah lenyap begitu saja, meskipun mereka dimarjinalisasikan.

Gerakan feminis ini senidiri mulai ada dan mulai berkembang pada tahun 1989 dimana setelah sepuluh tahun ia dikekang oleh rzim Ayyatullah Ali Khoemeinni. Mereka menyuarakan aspirasi mereka, mereka merasa hidupnya telah terkengkang dan tertindas. Yang mereka tuntut pada saat itu adalah kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan, dimana mereka menginginkan mereka mempunyai hak yang sama dengan kaum laki-laki. Jika kita lihat dimasa itu banyak perempuan yang dipecat dari posisi pemerintahan karena semata-mata mereka seorang perempuan. Belum lagi mereka diwajibkan untuk memakai kerudung dan berpakaian tertutup sesuai ajaran agama mereka. Hal ini sangat berbeda dengan rezim Shah dimana para perempuan tidak dituntut untuk memakai kerudung tetapi mereka dituntut untuk berpakaian yang sopan dan rapi.

Kesetaraan edukasi, pekerjaan dan hukum perkawinan yang mereka rasakan sangat tidak berpihak pada kaum wanita. Mereka lakukan hal tersebut supaya nasib mereka tidak lagi di eksploitasi dan dikengkang oleh para laki-laki yang termasuk mukhrimnya. Menolak “Stereotype” di kaum wanita, dimana mereka diwajibkan memakai kerudung panjang sejenis “burqa” untuk dikenakan sehari-hari. Mereka menolak aturan ini, mereka beranggapan bahwa hal ini adalah bentuk stereotype yang nyata dimana para perempuan merasa terkengkang dengan hijabnya. Menurut mereka wanita-wanita bebas melakukan apaa yang mereka suka, dan urusan hijab adalah urusan pribadinya antara para perempuan dengan tuhannya. Mereka juga menuntut ketidak seimbangan para perempuan dan laki-laki dalam masalah pernikahan.

Mereka menuntut adanya pembatasan nikah poligami ( atau nikah lebih dari satu Istri ), hal ini memang sejalan dengan aturan Islam dimana seorang laki-laki boleh menikahi lebih dari satu perempuan. Tetapi dengan aturan-aturan yang jelas, tidak seenak jidat. Aturan poligami terasa sangat memukul wanita, karena dianggap wanita hanya sebagai hal eksploitasi para laki-laki. Mereka meminta wanita juga dijaga perasaan nya dan membutuhkan perlakuan khusus. Selain itu juga mereka ( kaum feminis Iran) meminta kepada pemerintah untuk memikirkan kembali nikah Mut’ah atau nikah kontrak. Dimana pada konsep nikah mut’ah para lelaki bisa menikahi seorang perempuan dengan cara kontrak ketika kontrak sudah habis maka hubungan suami-istri juga telah habis jua. Dengan adanya nikah mut’ah mereka merasa bahwa para perempaun hanya sebagai pelengkap kesenangan saja tanpa diperhatikan perasaan dan keinginannya.


Pada umumnya para perempuan meminta kepada para pemerintah an Ayyatullah Ali Khamennei untuk lebih mengerti para perempuan. Kesetaraan dan pengetauhan dan menolak eksploitasi dan dominan para laki-laki merupakan tujuan utama mereka. Jika seperti itu masih diteruskan dan dianggap sah, maka kaum wanita Iran hanya sebagai kaum perempuan yang tertindas dibalik bayang-bayang kekuasaan laki-laki. Ada banyak sekali keinginan para perempuan dimuka bumi ini. Tetapi pada umumnya mereka meminta untuk disetarakan antara para perempuan dan laki-laki. Dan meminta laki-laki untuk menghormati wanita sebagai mahlukhidupyangjugamemilki hak. 

APAKAH INDONESIA HARUS BERSAHABAT DENGAN ASAP?

Sadarlah Manusia
Oleh : Abdul Halim / 201410360311159
Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional
Universitas Muhammadiyah Malang


Alam sebagai rumah dari ribuan mahluk hidup, telah ada sejak jutaan tahun lalu. Alam telah menjadi saksi bisu keberadaan bumi ini, mulai sejak manusia awal hidup sampai nanti umat terakhir yang akan mendiami bumi ini alam akan ada disitu. Keberadaan alam pun sendiri seolah tidak bisa dipisahkan lagi dari peradaban manusia. Manusia dan alam tentu tidak dapat dipisahkan. Alam mencakup segala materi hidup dan materi bukan hidup yang berada secara alami di bumi. Tentu keberadaan alam sendiri tidak bisa dipungkiri kehebatanyya. Meskipun telah ratusan orang hidup dan tinggal dengan alam, alam selalu memberikan apa yang mereka punya kepada manusia, tanpa memandang bulu dan ras.

Alam sebagai sahabat terdekat manusia dan tempat yang paling nyaman untuk ditinggali selama dunia masih berputar. Alam selalu memberikan sesuatu yang mereka punya kepada manusia. Tetapi manusia jarang yang menyadari akan kesetian yang diberikan oleh alam. Seolah manusia telah tertutupi oleh kebinggaran dunia akan segala ke modernitas yang di tawarkan. Manusia seolah menjadi mahluk yang angkuh untuk berbagi dan saling mengasihi. Seolah-olah yang hidup dan bertahan di dunia ini hanyalah manusia saja, tanpa ada pihak lain yang perlu diperhatikan. Hal ini tentu sangat tidak pantas bagi seorang yang diciptakan dengan memiliki segudang keistimewaan yang ada. Kita perlu menyadari bahwa alam ini tercipta berdasarkan sifat-sifat alamiah yang mereka punya. Keberadaan alam bukan diciptakan dari campur tangan manusia. Manusia sebagai seorang yang mampu untuk memimpin dan mempunyai segudang kelebihan tentu sebaiknya manusia menghargai komunitas lain seperti komunitas alam. Komunitas alam ini selalu memberikan kontribusi yang terbaik untuk kemaslahatan umat manusia. Manusia dan alam adalah sebuah mahluk hidup yang tidak dapat dipisahkan, mereka selalu berkengantungan antar satu dengan yang lain.

Kita sebagi umat manusia sebagai salah satu pewaris tahta dunia tentu sebaiknya menjaga kelangsungan hidup setiap elemen yang ada dibumi ini, bukan malah merusak dan tidak bertanggung jawab atas apa-apa yang telah dilakukan sebelumnya. Bila kita ingin menengok sedikit saja sudah berapa tanaman dan pohon yang harus dicabut dari tanah mereka dan harus dipisahkan dari permukaan bumi. Terutama di zaman yang serba modern ini, banyak manusia-manusia tidak bertanggung jawab yang merusak ekosistem alami hutan dan keindahan alam. Banyak manusia yang lalai akibat dari pengerusakan tersebut,apa yang terjadi dikemudian hari juga masih menjadi bayang-bayang kegelisahan yang sangat menakutkan. Banyak hal yang telah hancur dan hilang dari peradaban alam, baik itu yang disengaja oleh manusia maupun penyebab-penyebab alamiah atau natural.

Manusia sebagai mahluk yang sangat baik dan kompleksitas segalanya tentu sebaiknya memikirkan apa-apa yang telah mereka lakukan. Manusia selalu berlomba-lomba untuk menciptakan sesuatu yang baru dan semakin kompleks kedepannya. Tetapi tak jarang mereka melakukan kebaikan-kebaikan tersebut tetapi juga merusak alam. Banyak dari insan manusia yang menciptakan alat-alat terbaik yang mereka punya untuk menghancurkan alam. Mereka terlalu gila akan kemodernitas dan mulai menyingkirkan hal-hal yang berbau alam. Hal ini sangat disayangkan jika terus berlalu dan terulang. Jika pemikiran manusia selalu seperti ini, dapat kita gambarkan bahwa 100 tahun atau 1000 tahun lagi peradaban manusia setelah kita akan tidak mengenali apa itu hutan dan apa itu alam. Mungkin yang mereka bisa lakukan adalah melihat foto-foto alam atau hutan dari buku pelajaran yang disediakan oleh sekolah-sekolah yang ada.

Tentu masih hangat dalam ingatan kita bencana alam yang maha dasyat yang merobek perhatian mata kita dan dunia pada masalah ini. Kejadian yang begitu memalukan mencoreng nama baik manusia. Masalah yang seharusnya tidak terjadi dan dapat dihalau. Toh,nasi sudah menjadi bubur, kita tidak dapat menghidarkan masalah ini. Keserakaan manusia adalah alasan mengapa bencana ini terjadi pada alam ini. Bencana asapa, ya bencana yang baru saja terjadi pada bumi nusantara ini. Bencana yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia. Hutan-hutan yang tumbuh begitu indah selama ini, dan telah melewati berbagai fase mulai dari hujan, badai,kekeringan harus kalah dan menyerah kepada api. Api yang telah merusak jutaan tumbuhan yang ada untuk dihanguskan dan dilenyapkan dari permukaan bumi. Banyak spekulasi muncul yang terus berdatangan, tetapi yang perlu kita ingat bahwa hutan kita semakin hari semakin berkurang.

Mungkin dimasa yang akan datang kita harus berebut dan saling menyerang untuk mendapatkan sebuah oksigen untuk keperluan bernafas. Atau kita harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk menikmati kebebasan alam. Hal ini bisa kita tanggulangi jika kita berfikir lebih rasional. Bahwa pada hakikatnya manusia dan alam tidak dapat dipisahkan atau dihancurkan. Tanpa alam manusia tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi alam tanpa manusia mereka aka masih bisa berbuat dan terus menciptakan keindahan-keindahan yang begitu menawan dan megah yang tidak bisa dilukiskan oleh kata-kata. Dalam masalah ini, tentu setiap elemen yang terlibat harus dimasukan untuk mencari jalan tengah nya. Kita tentu tidak dapat dengan langsung menyalahkan orang-orang tertentu ataupun menyalahkan negara atau pemerintah yang dianggap lalai untuk menyelesaikan masalah-masalah ini. Masalah ini bukan hanya masalah orang-orang tertentu, tetapi juga masalah-masalah yang harus diselesaikan bersama. Megingat bahwa jika hanya bisa mengkritik tanpa memberikan solusi tentu kita termasuk manusia yang congkak dan sombong. Bagaimana bisa kita hidup tanpa alam.

Pemahaman tentang alam, memang semestinya harus cepat-cepat diselesaikan dan diatangani dengan baik. Karena jika alam rusak, maka yang akan bertanggung jawab juga adalah manusia. Kebakaran hutan, lahan dan polusi asap merupakan bentuk bencana alam yang dapat menimbulkan kerugian baik kerugian dalam bentuk kerusakan pada harta benda dan lingkungan, juga terganggunya kesehatan masyarakat, bahkan kerugian yang berakibat pada hilangnya nyawa manusia. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan beberapa waktu belakangan ini, telah mengganggu kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut terjadi hampir setiap tahun khususnya di musim kemarau seperti saat ini. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat setidaknya terdapat 156 titik panas sumber kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Dari 156 titik tersebut, diketahui 95 terdapat di Sumatera dan 61 titik ditemukan di Kalimantan. Penyebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi, menyelimuti wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Setidaknya 25,6 juta jiwa yang terdiri atas 22,6 juta jiwa di Sumatera dan 3 juta jiwa di Kalimantan menjadi korban asap akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut.

Malaysia, Singapura, Thailand dan Phiphinna tercatat telah mengajukan nota protes terhadap pemerinthan Indonesia, karena asap yang “diproduksi” oleh Indonesia telah membuat kehidupan warga mereka terganggu. Di Singapura penyelenggaraan F1 yang menjadi tontonan warga dunia hampir dibatalkan gara – gara asap Indoensia. Malaysia dan Thailand telah meliburkan sejumlah sekolah mereka dan mewaspadai dari kabut asap. Lantas apa yang pemerintah kita lalukan? Sejauh ini pemerintah Indonesia telah menerjunkan sejumlah anggota TNI, pesawat serta helikopter nya untuk membantu memadamkan titik apai yang ada dan menyelamatkan lahan – lahan yang masih bisa dilindungi dari titik api. Meskipun cenderung lamban , pemerintah Indonesia juga telah menerapkan langkah prefentif untuk menangani bencana asap yang telah merenggut korban jiwa tersebut.
Mengingat dalam menyelesaikan hal ini,kita juga bisa melihat aktor-aktor lain selain negara, seperti NGO (non-government organization)juga bisa turut andil dalam penyelesaian kasus semacam ini. NGO relatif lebih dalam dan menyeluruh dalam menangani masalah ini. Seperti gerakan atau organisasi GREENPEACE. Kebakaran hutan adalah buah dari proses penghancuran hutan dan ekosistem gambut yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Greenpeace bekerja mendorong penyelesaian akar masalah kebakaran hutan melalui kampanye Nol Deforestasi agar proses penghancuran hutan dapat berhenti dan kawasan hutan alam dan ekosistem gambut terlindungi. Selama ini kita belum mengatasi akar masalah namun hanya mengobati symptom atau gejala, dan akibatnya kebakaran hutan terus terjadi dalam dalam kurun waktu 18 tahun ini.

Sejak mulai hadir di Indonesia sepuluh tahun lalu, Greenpeace memilih kampanye hutan sebagai kampanye utama untuk dijalankan. Ini sejalan dengan strategi Greenpeace di tingkat global yang fokus pada masalah deforestasi di hutan tropis yang menyumbang hingga 25% total emisi gas rumah kaca global. Kawasan hutan tropis ini memegang peranan kunci untuk membuat iklim dunia ini stabil untuk mengatasi dampak perubahan iklim yang mematikan. Hutan Indonesia juga adalah rumah bagi jutaan komunitas adat dan keanekaragaman-hayati yang luar biasa. Namun tingkat degradasi hutan di Indonesia juga merupakan tertinggi di dunia. Kampanye Greenpeace mencakup kampanye nol deforestasi di Amazon, Kongo dan Indonesia. Dengan adanya gerakan-gerkan seperti greenpeace tersebut semoga menambah banyak minta masyarakat untuk dan sadar akan alam dan berhenti untuk merusak alam sesuka hati mereka. Semoga kedepannya semakin banyak yang berhenti mengekspolitasi alam tanpa bertanggung jawab terhadap apa-apa yang mereka lakukan.