DIBALIK
KEMEWAHAN ZARA
Oleh : Abdul Halim / 201410360311159
Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional
Universitas Muhammadiyah
Malang
Masalah ekonomi adalah masalah yang
sangat kompleksitas dalam dunia. Selalu ada masalah-masalah baru yang tumbuh. Permasalhan
ekonomi tidak hanya tentang masalah-masalah yang dihadpi oleh negara-negara
berkembang saja. Negara maju yang biasanya identikdengan kemapanan, kenyamanan,
dan keselarasan antar ummat juga tidak bisa dipungkiri. Semakin maju nya dunia,
permasalahan juga akan semakin berkembang. Permasalahan ekonomi ini juga terus
dan akan semakin kompleks kedepannya. Hal ini dikarenakan semakin kompleknya
kebutuhan dan keinginan masyarakat yang ada.
Dalam kenyataan sehari-hari kita tidak
bisa mempungkiri bahwa ada saja aspek ekonomi yang telah kita lakukan. Termasuk
dalam rana hubungan internasional, negara tidak akan bisa menampikkan aspek
ekonomi. Salah satu contoh riil nya adalah perdagangan. Tiap-tiap negara tentu
memakai aspek perdagangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pemerintah
maupun rakyatnya. Dalam sistem negara seperti ini, tentu perlu adanya kerjasama
antara masyarakat dengan pemerintah supaya roda perekonomian tetap berjalan
dengan baik. Kita harus menyadari bahwa tiap-tiap negara harus sadar bahwa
kegiatan ekonomnya akan berdampak pada suatu hari nanti. Memang pada teori
serta analisanya sering muncul keuntungan dan kelebihan yang bisa diambil,
tetapi pada penerapannya kita juga sering mengalami kerugian yang cukup besar
pada tiap-tiap aspek yang dijalankan. Dampak kerja sama ekonomi dalam lingkup
hubungan negara secara internasional. Baik yang bersifat regional,
multinasional serta bilateral. Sering memberikan aspek yang berbeda-beda antara
satu dengan yang lain. Tenu hal tersebut akan menimbulkan dampak
tersendiri,mulai dari dampak yang baik atau bagus hingga dampak yang buruk atau
berbahaya.
Dalam pandangan Marxis, negara dalam
penerapannya dalam situasi politik internasional tentu akan menghitung untung
rugi. Mereka ( negara atau pemerintah) akan menghitung sejauh mana keuntungan
negaranya atau kerugian seperti apa yang akan ditimbulkan dikemudian hari. Untung
rugi sendiri menjadi karakteristik dari ekonomi yang tidak dapat kita elahkan
dari dunia ini. Semua negara tentu tidak akan menyia-nyaiakan kesempatan yang
mereka milki untuk terus berkembang. Dan tiap-tiap negara akan selalu menghalau
kerugiaan yang bisa timbul dari permasalahan yang ada. Meskipun
negaraseringkali berfokus pada aspek sosial, budaya, dan politik suatu bangsa.
Tetapi negara tidak bisa menyampingkan aspek ekonomi, karena keberadaan aspek
ekonomi yang cukup vital adanya. Suatu negara bisa dikatakan maju apabila GNP (Grooss National product) dan GDP (Gross Domestic Product) nya tercapai
dengan baik. Suatu negara bisa dikatakan maju juga bisa berangkat dari kaca mata
ekonomi, apakah negara tersebut laju ekonominya baik. Bahkan sangking vitalnya
masalah ekonomi suatu negara dapat dikatakan gagal bila negara tersebut
mengalamipertumbuhan ekonominya yang cukup buruk. Seperti tingginya inflasi
atau tingginya pengangguran.
Di dunia ini, tidak ada satupun negara
yang baik ataupun buruk. Tentu tiap-tiap negara selalu memilki keinginan
sendiri-sendiri yang berbeda antar satu negara dengan negara yang lain. Hal ini
sesuai dengan kebijakan ekonomi maupun dasar negara suatu negara tersebut. Kita
seharusnya menyadari bahwa di dunia ini tidak ada negara yang berperan seperti
ibu peri bak cerita-cerita masa kecil. Kita bisa melihat, bahwa negara-negara
sering melakukan eksploitasi terhadap negara-negara tertentu. Terutama negara-negara
besar atau negara-negara maju yang mengeksploitasi negara-negara berkembang
atau negara duania ketiga. Seringkali negara-negara maju yang memilki
kepentingan nasionalnya untuk melakukan proses hegemoni kepada negara-negara
berkembang. Eksploitasi dalam rana ini, tidak hanya berbcicara tentang
eksploitasi sumber daya alam. Tetapi juga eksploitasi ekonomi yang sangat vital
keberadannya.
Di dunia ini, ada suatu hal yang tidak
semua negara menyadari-nya. Class war,
begitu mereka menyebutnya ini memang terjadi di dunia yang begitu indah ini.
Peperangan antara kaum borjuis dengan proletar. Sejarah semua masyarakat hingga
sekarang ini adalah sejarah perjuangan kelas. Sejarah perjuangan kelas
orang-orang yang diperbudak melawan orang-orang merdeka, plebejer melawan
patrisir, hamba melawan tuan bangsawan, buruh magang melawan pemilik gilda,
pendeknya: si tertindas melawan si penindas, mereka semua senantiasa ada dalam
pertentangan satu dengan yang lainnya, melakukan perjuangan yang tiada
putus-putusnya, kadang-kadang dengan sembunyi-sembunyi, kadang-kadang dengan
terang-terangan, setiap perjuangan yang bisa saja diakhiri dengan
penyusunan-kembali masyarakat umum, atau kelas-kelas yang saling bermusuhan
tersebut sama-sama binasa. Dalam zaman permulaan sejarah, hampir di mana pun,
kita dapati suatu susunan rumit masyarakat yang terbagi menjadi berbagai
golongan, menjadi banyak tingkatan kedudukan sosial.
Kasus ZARA adalah kasus yang bisa
mengemplementasikan permasalahan yang ada di bumi ini dalam bidang ekonomi.
Zara sebagai salah satu merk dagang yang cukup baik saat ini, Zara adalah salah satu merek yg
berasal dari Spanyol dan bermarkas di Arteixo, Gallicia. Zara didirikan pada
tahun 1975 oleh Armancio Ortega dan Rosallia mera. Zara sendiri hanya membutuhkan
waktu kurang lebih 2 minggu untuk mengembangkan produk-produk barunya dan
meluncurkan sekitar 10.000 design baru setiap tahunnya. Armancio ortega pertama
kali membuka Zara Store di sebuah jalan utama di pusat kota A Coruña, Galicia,
Spanyol. Toko tersebut ternyata cukup sukses, sehingga Armancio membuka
beberapa store lagi di Spanyol. Selama tahun 1980, Ortega mulai mengubah
desain, manufaktur dan proses distribusi untuk mengurangi lead time dan
bereaksi terhadap tren baru dalam cara yang lebih cepat, dalam apa yang ia
sebut "mode instan". Pada tahun 1980, perusahaan mulai melakukan
ekspansi internasional melalui Porto , Portugal. Pada tahun 1989 mereka
memasuki Amerika Serikat dan Perancis pada tahun 1990. Dan hingga saat ini,
Zara sudah terdapat di 73 negara di Dunia termasuk di Indonesia. Zara memiliki
beberapa jenis pakaian, mulai dari Wanita (Woman dan TRF), Pria (Men),
anak-anak (Zara Kids), Zara Home hingga kosmetik. Store Zara paling banyak
berada di Spanyol (329 toko), dan Prancis (114 Toko). Sementara di Indonesia,
Zara hanya ada 13 toko.
Dalam perjalanannya Zara, memakai
prinsip SCM. SCM sendiri adalah Supply Chain Management, adalah konsep ekonomi
yang dipraktikan oleh ZARA sendiri untuk melakukan penjualan keseluruh
negara-negara yang mereka tuju sebagai pansar mereka. Dari namanya saya rasa
kita bisa membuat kesimpulan secara kasar apa itu SCM. Ada kata “rantai” dan
kata “pasokan / suplai”. Kita tahu rantai itu bentuknya seperti lingkaran yang
tidak putus, dan pasokan atau suplai adalah persediaan atau stok barang-barang
yang dibutuhkan dan dapat diperoleh. Jadi rantai pasokan atau rantai suplai
adalah suatu lingkaran yang saling berhubungan dalam rangka untuk mendapatkan
barang-barang yang dibutuhkan dari pemasok / penyuplai.
Tentu saja banyak faktor yang terdapat
dalam lingkaran rantai pasokan / suplai itu. Agar rantai tersebut berjalan
dengan baik tentu saja diperlukan suatu pengaturan atau manajemen yang
baik juga. Jadi dari sini kemudian muncullah apa yang disebut Manajemen
Rantai Pasokan / Suplai (SCM). Secara garis besar SCM adalah suatu proses untuk
mengintegrasi, mengkoordinasi dan mengontrol pergerakan bahan baku menjadi
produk jadi dan mengirimkannya kepada konsumen. Pergerakan informasi juga
termasuk dalam proses ini. Segala upaya biasanya dilakukan agar proses
tersebut dapat dilakukan secara efektif dan efisien untuk memaksimalkan nilai
yang bisa didapatkan oleh konsumen serta untuk mencapai suatu keuntungan yang
berkelanjutan.
Dalam masalah SCM yang diterapkan oleh
ZARA memang berjalan sangat baik dan sangat bagus. Banyak konsumen yang merasa
diuntungkan dari siklus ini, hal ini dikarenakan banyak variatif dan lebih
cepat barang itu di eksplor. ZARA yang kita kenal saat ini, adalah barang yang
cukup mewah dikalangan wanita-wanita di dunia, tidak murah untuk membeli produk
ZARA,perlu merogoh kocek yang cukup dalam untuk membeli sebuah tas atau
aksesoris lainnya. Dengan sistem yang baik dan barang yang selalu kekinian dan
sangat menawan tak pelak banyak para wanita yang merelakan uang mereka sedikit
terkuras demi membeli produk zara tersebut.
Tetapi dalam balik layar barang yang
begitu menawan, tentu tidak semua orang mengetauhi apa-apa yang terjadi di
dalamnya. ZARA sebagai merk fashion yang cukup terkenal saat ini bisa dikatakan
sebagai produk yang cukup menawan untuk ditenteng berpegian. Dalam kasus masalah
yang kita pelajari, ZARA bisa dijadikan sebagai contoh rill dari problematika
saat ini. Kita dapat melihat bagaimana ZARA mengeksploitasi para pegawainya
dengan sistem SCM yang mereka lakukan selama ini. Hal ini bisa dikatakan
sebagai class war saat ini. Dimana
para pemilik bisnis merangkuh dan menyita tenaga para pegawai yang mereka
punya. Mereka melakukan hal tersebut semata-mata untuk menciptakan keuntungan
yang maksimal. Para pegawai ZARA dituntut untuk membuat hasil yang begitu
mengangungkan dan begitu menawan. Yang nantinya, ketika barang itu sudah jadi
maka barang-barang itu akan dijual dengan harga yang begitu mahal, dan yang
akan membeli-nya adalah orang-orang yang menempati definisi sebagai masyarakat
kelas atas dan kemapanan yang mereka punya.
Hal seperti ini, sudah banyak terjadi di
dunia. Dimana para pegawai mereka harus menciptakan barang yang sedemekian
hingga supaya laku dan perusahaan akan mendapatkan keuntngan yang maksimal. Tetapi
jika kita melihat para pegawai, atau pekerja mereka. Sungguh sangat miris,
mereka hanya diberikan gaji sesuai aturan yang telah disepakati. Bisa saja gaji
yang mereka terima sama halnya dengan harga tas atau aksesoris yang mereka
kerjakan. Hal ini sangat nyata bahwa ZARA sendiri telah membuat sistem class war jenis baru. Tetapi ZARA
sebagai salah satu perusahaan yang memilki sistem SCM yang sangat baik juga
memberikan dampak tersendiri. Yaitu adanya keuntungan bagi negara produksi,
karena adanya penyerapan tenaga kerja yang baik. Jika dilihat bagi negara
induk, ini juga menguntungkan karena mereka dapat membayar para pegawinya
dengan harga yang lebih murah tetapi hasilnya sama. Hal ini sangat berbeda jika
mereka harus membuat barang tersebut ditempat negara itu, tentu akan membuat
konsumsi pegawi semakin meningkat. Tetapi bagi Indonesia, hal ini hanya membuat
Indonesia semakin tergantung kepada negara tertentu dan ini tidak baik
kedepannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar