Rabu, 06 Januari 2016

DUNIA DAN EKONOMI

DIBALIK KEMEWAHAN ZARA
Oleh : Abdul Halim / 201410360311159
Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional
                                                                   Universitas Muhammadiyah Malang


Masalah ekonomi adalah masalah yang sangat kompleksitas dalam dunia. Selalu ada masalah-masalah baru yang tumbuh. Permasalhan ekonomi tidak hanya tentang masalah-masalah yang dihadpi oleh negara-negara berkembang saja. Negara maju yang biasanya identikdengan kemapanan, kenyamanan, dan keselarasan antar ummat juga tidak bisa dipungkiri. Semakin maju nya dunia, permasalahan juga akan semakin berkembang. Permasalahan ekonomi ini juga terus dan akan semakin kompleks kedepannya. Hal ini dikarenakan semakin kompleknya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang ada.

Dalam kenyataan sehari-hari kita tidak bisa mempungkiri bahwa ada saja aspek ekonomi yang telah kita lakukan. Termasuk dalam rana hubungan internasional, negara tidak akan bisa menampikkan aspek ekonomi. Salah satu contoh riil nya adalah perdagangan. Tiap-tiap negara tentu memakai aspek perdagangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pemerintah maupun rakyatnya. Dalam sistem negara seperti ini, tentu perlu adanya kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah supaya roda perekonomian tetap berjalan dengan baik. Kita harus menyadari bahwa tiap-tiap negara harus sadar bahwa kegiatan ekonomnya akan berdampak pada suatu hari nanti. Memang pada teori serta analisanya sering muncul keuntungan dan kelebihan yang bisa diambil, tetapi pada penerapannya kita juga sering mengalami kerugian yang cukup besar pada tiap-tiap aspek yang dijalankan. Dampak kerja sama ekonomi dalam lingkup hubungan negara secara internasional. Baik yang bersifat regional, multinasional serta bilateral. Sering memberikan aspek yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Tenu hal tersebut akan menimbulkan dampak tersendiri,mulai dari dampak yang baik atau bagus hingga dampak yang buruk atau berbahaya.

Dalam pandangan Marxis, negara dalam penerapannya dalam situasi politik internasional tentu akan menghitung untung rugi. Mereka ( negara atau pemerintah) akan menghitung sejauh mana keuntungan negaranya atau kerugian seperti apa yang akan ditimbulkan dikemudian hari. Untung rugi sendiri menjadi karakteristik dari ekonomi yang tidak dapat kita elahkan dari dunia ini. Semua negara tentu tidak akan menyia-nyaiakan kesempatan yang mereka milki untuk terus berkembang. Dan tiap-tiap negara akan selalu menghalau kerugiaan yang bisa timbul dari permasalahan yang ada. Meskipun negaraseringkali berfokus pada aspek sosial, budaya, dan politik suatu bangsa. Tetapi negara tidak bisa menyampingkan aspek ekonomi, karena keberadaan aspek ekonomi yang cukup vital adanya. Suatu negara bisa dikatakan maju apabila GNP (Grooss National product) dan GDP (Gross Domestic Product) nya tercapai dengan baik. Suatu negara bisa dikatakan maju juga bisa berangkat dari kaca mata ekonomi, apakah negara tersebut laju ekonominya baik. Bahkan sangking vitalnya masalah ekonomi suatu negara dapat dikatakan gagal bila negara tersebut mengalamipertumbuhan ekonominya yang cukup buruk. Seperti tingginya inflasi atau tingginya pengangguran.

Di dunia ini, tidak ada satupun negara yang baik ataupun buruk. Tentu tiap-tiap negara selalu memilki keinginan sendiri-sendiri yang berbeda antar satu negara dengan negara yang lain. Hal ini sesuai dengan kebijakan ekonomi maupun dasar negara suatu negara tersebut. Kita seharusnya menyadari bahwa di dunia ini tidak ada negara yang berperan seperti ibu peri bak cerita-cerita masa kecil. Kita bisa melihat, bahwa negara-negara sering melakukan eksploitasi terhadap negara-negara tertentu. Terutama negara-negara besar atau negara-negara maju yang mengeksploitasi negara-negara berkembang atau negara duania ketiga. Seringkali negara-negara maju yang memilki kepentingan nasionalnya untuk melakukan proses hegemoni kepada negara-negara berkembang. Eksploitasi dalam rana ini, tidak hanya berbcicara tentang eksploitasi sumber daya alam. Tetapi juga eksploitasi ekonomi yang sangat vital keberadannya.

Di dunia ini, ada suatu hal yang tidak semua negara menyadari-nya. Class war, begitu mereka menyebutnya ini memang terjadi di dunia yang begitu indah ini. Peperangan antara kaum borjuis dengan proletar. Sejarah semua masyarakat hingga sekarang ini adalah sejarah perjuangan kelas. Sejarah perjuangan kelas orang-orang yang diperbudak melawan orang-orang merdeka, plebejer melawan patrisir, hamba melawan tuan bangsawan, buruh magang melawan pemilik gilda, pendeknya: si tertindas melawan si penindas, mereka semua senantiasa ada dalam pertentangan satu dengan yang lainnya, melakukan perjuangan yang tiada putus-putusnya, kadang-kadang dengan sembunyi-sembunyi, kadang-kadang dengan terang-terangan, setiap perjuangan yang bisa saja diakhiri dengan penyusunan-kembali masyarakat umum, atau kelas-kelas yang saling bermusuhan tersebut sama-sama binasa. Dalam zaman permulaan sejarah, hampir di mana pun, kita dapati suatu susunan rumit masyarakat yang terbagi menjadi berbagai golongan, menjadi banyak tingkatan kedudukan sosial.

Kasus ZARA adalah kasus yang bisa mengemplementasikan permasalahan yang ada di bumi ini dalam bidang ekonomi. Zara sebagai salah satu merk dagang yang cukup baik saat ini, Zara adalah salah satu merek yg berasal dari Spanyol dan bermarkas di Arteixo, Gallicia. Zara didirikan pada tahun 1975 oleh Armancio Ortega dan Rosallia mera. Zara sendiri hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu untuk mengembangkan produk-produk barunya dan meluncurkan sekitar 10.000 design baru setiap tahunnya. Armancio ortega pertama kali membuka Zara Store di sebuah jalan utama di pusat kota A Coruña, Galicia, Spanyol. Toko tersebut ternyata cukup sukses, sehingga Armancio membuka beberapa store lagi di Spanyol. Selama tahun 1980, Ortega mulai mengubah desain, manufaktur dan proses distribusi untuk mengurangi lead time dan bereaksi terhadap tren baru dalam cara yang lebih cepat, dalam apa yang ia sebut "mode instan". Pada tahun 1980, perusahaan mulai melakukan ekspansi internasional melalui Porto , Portugal. Pada tahun 1989 mereka memasuki Amerika Serikat dan Perancis pada tahun 1990. Dan hingga saat ini, Zara sudah terdapat di 73 negara di Dunia termasuk di Indonesia. Zara memiliki beberapa jenis pakaian, mulai dari Wanita (Woman dan TRF), Pria (Men), anak-anak (Zara Kids), Zara Home hingga kosmetik. Store Zara paling banyak berada di Spanyol (329 toko), dan Prancis (114 Toko). Sementara di Indonesia, Zara hanya ada 13 toko.

Dalam perjalanannya Zara, memakai prinsip SCM. SCM sendiri adalah Supply Chain Management, adalah konsep ekonomi yang dipraktikan oleh ZARA sendiri untuk melakukan penjualan keseluruh negara-negara yang mereka tuju sebagai pansar mereka. Dari namanya saya rasa kita bisa membuat kesimpulan secara kasar apa itu SCM. Ada kata “rantai” dan kata “pasokan / suplai”. Kita tahu rantai itu bentuknya seperti lingkaran yang tidak putus, dan pasokan atau suplai adalah persediaan atau stok barang-barang yang dibutuhkan dan dapat diperoleh. Jadi rantai pasokan atau rantai suplai adalah suatu lingkaran yang saling berhubungan dalam rangka untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan dari pemasok / penyuplai.

Tentu saja banyak faktor yang terdapat dalam lingkaran rantai pasokan / suplai itu. Agar rantai tersebut berjalan dengan baik  tentu saja diperlukan suatu pengaturan atau manajemen yang baik juga.  Jadi dari sini kemudian muncullah apa yang disebut Manajemen Rantai Pasokan / Suplai (SCM). Secara garis besar SCM adalah suatu proses untuk mengintegrasi, mengkoordinasi dan mengontrol pergerakan bahan baku menjadi produk jadi dan mengirimkannya kepada konsumen. Pergerakan informasi juga termasuk dalam proses ini.  Segala upaya biasanya dilakukan agar proses tersebut dapat dilakukan secara efektif dan efisien untuk memaksimalkan nilai yang bisa didapatkan oleh konsumen serta untuk mencapai suatu keuntungan yang berkelanjutan.

Dalam masalah SCM yang diterapkan oleh ZARA memang berjalan sangat baik dan sangat bagus. Banyak konsumen yang merasa diuntungkan dari siklus ini, hal ini dikarenakan banyak variatif dan lebih cepat barang itu di eksplor. ZARA yang kita kenal saat ini, adalah barang yang cukup mewah dikalangan wanita-wanita di dunia, tidak murah untuk membeli produk ZARA,perlu merogoh kocek yang cukup dalam untuk membeli sebuah tas atau aksesoris lainnya. Dengan sistem yang baik dan barang yang selalu kekinian dan sangat menawan tak pelak banyak para wanita yang merelakan uang mereka sedikit terkuras demi membeli produk zara tersebut.

Tetapi dalam balik layar barang yang begitu menawan, tentu tidak semua orang mengetauhi apa-apa yang terjadi di dalamnya. ZARA sebagai merk fashion yang cukup terkenal saat ini bisa dikatakan sebagai produk yang cukup menawan untuk ditenteng berpegian. Dalam kasus masalah yang kita pelajari, ZARA bisa dijadikan sebagai contoh rill dari problematika saat ini. Kita dapat melihat bagaimana ZARA mengeksploitasi para pegawainya dengan sistem SCM yang mereka lakukan selama ini. Hal ini bisa dikatakan sebagai class war saat ini. Dimana para pemilik bisnis merangkuh dan menyita tenaga para pegawai yang mereka punya. Mereka melakukan hal tersebut semata-mata untuk menciptakan keuntungan yang maksimal. Para pegawai ZARA dituntut untuk membuat hasil yang begitu mengangungkan dan begitu menawan. Yang nantinya, ketika barang itu sudah jadi maka barang-barang itu akan dijual dengan harga yang begitu mahal, dan yang akan membeli-nya adalah orang-orang yang menempati definisi sebagai masyarakat kelas atas dan kemapanan yang mereka punya.


Hal seperti ini, sudah banyak terjadi di dunia. Dimana para pegawai mereka harus menciptakan barang yang sedemekian hingga supaya laku dan perusahaan akan mendapatkan keuntngan yang maksimal. Tetapi jika kita melihat para pegawai, atau pekerja mereka. Sungguh sangat miris, mereka hanya diberikan gaji sesuai aturan yang telah disepakati. Bisa saja gaji yang mereka terima sama halnya dengan harga tas atau aksesoris yang mereka kerjakan. Hal ini sangat nyata bahwa ZARA sendiri telah membuat sistem class war jenis baru. Tetapi ZARA sebagai salah satu perusahaan yang memilki sistem SCM yang sangat baik juga memberikan dampak tersendiri. Yaitu adanya keuntungan bagi negara produksi, karena adanya penyerapan tenaga kerja yang baik. Jika dilihat bagi negara induk, ini juga menguntungkan karena mereka dapat membayar para pegawinya dengan harga yang lebih murah tetapi hasilnya sama. Hal ini sangat berbeda jika mereka harus membuat barang tersebut ditempat negara itu, tentu akan membuat konsumsi pegawi semakin meningkat. Tetapi bagi Indonesia, hal ini hanya membuat Indonesia semakin tergantung kepada negara tertentu dan ini tidak baik kedepannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar