Sabtu, 21 November 2015

Pakistan yang Terus Bersiap

Pakistan yang Terus Bersiap
Oleh : Abdul Halim / 201410360311159
Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional
 Universitas Muhammadiyah Malang


Pakistan dan India adalah sebuah negara yang terletak di Asia tengah yang sedang mengalami sebuah konflik saudara. Pada masa – masa penjajahan India dan Pakistan berada pada satu negara atau masih dalam satu pangku kekuasaan Inggris. Pasca Inggris memberikan kemerdekaan pada negara – negara jajahan nya termasuk India, maka India merdeka. Pada saat itu dibagian India adalah mayoritas adalah orang – orang Hindu tidak dan Pakistan adalah orang – orang Muslim, saling berebut dan saling iri terhadapa kursi kekuasaan serta kursi parlemen. Maka akhirnya India dan Pakistan berpisah, dan terbentuklah negara – negara baru. Konflik kedua negara tersebut tidak lantas habis setelah mereka berpisah, melainkan menambah kan masalah baru yang tak berujung. Kashmir dan jammu adalah sebuah daerah yang menjadi bahan kedua negara untuk meningkatkan militer mereka dan bersiap untuk memperangi satu dengan yang lain

Kemerdekaan Pakistan pada tanggal 23 Maret 1956, membuat pakistan menjadi negara baru yang terus berkembang. Bayang – bayang konflik dan ingin mempertahankan negara mereka dari ancaman perang dan bahaya serangan dari negara lain. Kedua negara bertetanggan ini ( India dan Pakistan ) terus meningkatkan kekuatan militer mereka atau lebih dikenal dengan armrace. Dari pandangan Pakistan, Pakistan melakukan ini untuk melindungi negara mereka dari ancaman negara lain ( India ) dan untuk meingkatakan nilai ( bergain ) Pakistan dimata dunia. Dengan adanya konflik yang terus menerus terjadi antara India dan Paksitan mau tidak mau kedua negara ini harus menyiapkan persenjataan dan militer yang baik dan mumpuni.

Sejak tahun 1972 Pakistan mulai melakukan beberapa manuver untuk melindungi negara mereka. Pakistan mempunyai ambisi untuk mengembangkan kekuatan nuklir nya. Hal ini didapat dari perhitungan pakistan yang sangat cermat. Dilain sisi , Pakistan ingin meningkatkan kekuatan serta membangun kekauatan nuklirnya. Pakistan ingin mempunyai kekuatan besar , agar mereka tidak diserang oleh India atau negara lain yang sangat membahayakan posisi serta keamanan negara mereka. Tercatat dalam sejarah Pakistan mulai membangun persenjataan nuklir mereka sejak tahun 1970.  Pakistan tercatat 2 ( dua ) tahun lebih cepat pembangunan nuklirnya daripada India, akhir 1970 disinyalir Pakistan mulai membangun persenjataan nuklirnya di daerah Karachi yang dekat dengan perbatasan India. Pembangunan nuklir ini tentunya didukung oleh sejumlah negara barat. Pakistan secara diam – diam terus mengembangkan kekuatan nuklir nya dalam persiapan dan memaksimalkan kekuatan nuklir mereka. Ditambah pada tahun 1970, Pakistan dibawah perdana menteri Zulfikar Ali Bhuto ( 1970 ) mendeklarasikan keinginan Pakistan untuk mengembangkan diri sebagai negara nuklir dikawasan Asia Selatan

Dalam perkembangannnya Pakistan terus meningkatakan dan terus mengeksplorasi kekuatan nulklir mereka. Tercatat Pakistan mempunyai setidaknya 14 ( empat belas ) laboratorium yang tersebar diberbagai penjuru Pakistan. Sejumlah laboratorium tersebut berada pada : Chagai,  Hills, Kundian , Chassma, Lakki, Ishakell, Wah, Glora Shareif, Rawalpindi, Sihala, Kahuta, Khushab, Lahore, Multan, dan Delha Ghazi. Perkembangan nukir Pakistan yang sangat maju ditambah dengan perkembangan laboratorium yang dimiliki oleh Pakistan yang sangat kompleks. Pakistan mempunyai laboratorium yang sangat maju dan lengkap. Terdapat banyak zat yang sangat vital dalam perkembangan nuklir Pakistan. Sebagai nya adalah : uranium ( yang terdapat pada laboratoruim  for uranuim ), hexa flouride, conversion, weapon manufacturing centres, fuel fabrication, nuclear testing facilities, heavy water facilities, nuclear reactors, well equipped reseach and development capacity. Perkembangan nuklir Pakistan yang sangat kompleks dan terus berkembang tentu meningkatkan nilai nya dikawasan nya. Tidak bisa dipungkiri keberadaan negara – negara yang memiliki nuklir atau sejenisnya akan berdampak pada nilai bergain mereka dimkata regional maupun dunia. Terutama saat ini Pakistan adalah negara yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara besar seperti China disebalah timur, Iran disebelah barat, India disebelah tenggara. Saat ini, Pakistan berada pada tengah –tengah atau berada disekitar negara – negara yang sangat intens memabngun nuklir mereka.
Keberadaan Pakistan untuk pengembangan nuklir dikawasan mereka ( kawasan Asia tengah ) mulai menggeser keberadaan India. India dikenal sebagai negara yang menghegemoni beberapa negara – negara  dikawasannya. Keberadaan Pakisatan yang terus meningkatakan kekuatan nuklir nya juga berdampak kepada kekuatan India. Pakistan disini berupaya untuk menyeimbangkan keuatan mereka dengan India, dan berupaya untuk mengapuskan atau sedikit meredam kekuatan hegemoni India. Sejalan dengan teori ballance of power, Pakistan sebagai negara yang terus berkembang, mencoba untuk mengeimbangi kekuatan India. Pada dasarnya tidak ada negara didunia ini yang rela atau mau untuk dihegemoni oleh negara lain. Pakistan dengan segala kekuatan yang dimiliki terus berupaya untuk mengembangkan kekuatan nukir dan persenjataan India.

Dalam perkembangan militer Pakistan, memodernisasi struktur dan alusista militer yang didalamnya juga terdapat misi pembaruan rudal serta hulu ledak nuklir terbaru terus dilaksanakan. Hulu ledak nuklir terbaru yang bernama Half, half sendiri dipercaya merupakan hasil tiruan tau kloning dari rudal milik Korea Utara ( RODONG ). Half sendiri dikemabnagkan menjadi half-1 dan half-2, kedua rudal ini memiliki kelebihan yang sangat mencenangkan, jarak tempuh yang dimiliki sekitar 1.300 km dari titik peluncuran menuju titik target. Rudal jenis half ini sering disebut dengan ghauri 1 serta ghauri 2, yang karakteristiknya tidak jauh berbeda. Ghauri sendiri dirancang dari hasil adopsi pihak militer China , memang dalam perkembangan serta kemajuan misil rudal Pakistan selalu dibantu oleh pihak China sebagai penguat mereka. Pada perkembangan nya ghauri 2, lebih dimodern kan , atau di upgrade. Ghauri 2 mempunyai jarak tempuh sekitar 2.000 km dari tik luncur dengan kecepatan yang cukup fantastis itu, Pakistan dengan mudah dapat menghancurkan India dengan cepat.

Pakistan sebagai negara yang terlah merdeka dan telah berdaulat dari India serta Inggris, merasa dan taidak akan pernah mau jika negara mereka terjajah kembali atau mengalami konflik seperti negara tetangga nya Afganistan. Pakistan tentu akan melindungi wialayah mereka dari segala bentuk anacaman dari luar yang akan membahayakan wilayah dan keamanan negara dan segenap warga negara. Pakistan juga menyadari bahwa jika mereka tidak memiliki kekuatan atau sesuatu yang ditakuti oleh negara lain, maka mereka akan mudah menyerang Pakistan. Pakistan juga menyadari banyak negara yang telah berhasil mengembangkan kekuatannya (dalam bidang nuklir) akan sedikit diperhitungkan dalam kanca internasional. Untuk semakin mengamnakna kekuatannya Pakistan juga bekerja sama dengan negara lain, seperti China yang merupakan tetangga terdekat mereka. Pembangunan nuklir serta militer yang terus dilakukan oleh Pakistan, merupakan sesuatu hal yang bisa membuat India untuk memperhitungkan keberadaan Pakistan diwilayah atau diregional mereka. 
Meskipun dikanca internasional terdapat suatu perjanjian yang bernama NPT (nuclear proliferation treathy)atau perjanjian untuk tidak mengembangkan  nuklir sebagai senjata, yang nantinya dapat berakibat fatal jika terus dikembangkan. Pakistan menolak perjanjian ini, karena mereka (Pakistan) beranggapan bahwa jika mereka menandatangani atau menyetujui perjanjian tersebut akan sama halnya mereka mengihlaskan senjata nuklir mereka. Jika itu terjadi tentu pakistan akan kehilangan kekuatan terbesarnya. Pakistan juga beranggapan bahwa perjanjian itu tidak fair karena hanya negara-negara tertentu saja yang boleh mengembangkan nuklir sebagai senjata, menurut Pakistan ini adalah sebuah ketidak adilan yang tidak perlu ditanggapi.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar