Pakistan yang Terus Bersiap
Oleh : Abdul Halim / 201410360311159
Mahasiswa jurusan Hubungan
Internasional
Universitas Muhammadiyah Malang
Pakistan
dan India adalah sebuah negara yang terletak di Asia tengah yang sedang
mengalami sebuah konflik saudara. Pada masa – masa penjajahan India dan
Pakistan berada pada satu negara atau masih dalam satu pangku kekuasaan
Inggris. Pasca Inggris memberikan kemerdekaan pada negara – negara jajahan nya
termasuk India, maka India merdeka. Pada saat itu dibagian India adalah
mayoritas adalah orang – orang Hindu tidak dan Pakistan adalah orang – orang
Muslim, saling berebut dan saling iri terhadapa kursi kekuasaan serta kursi
parlemen. Maka akhirnya India dan Pakistan berpisah, dan terbentuklah negara –
negara baru. Konflik kedua negara tersebut tidak lantas habis setelah mereka
berpisah, melainkan menambah kan masalah baru yang tak berujung. Kashmir dan
jammu adalah sebuah daerah yang menjadi bahan kedua negara untuk meningkatkan
militer mereka dan bersiap untuk memperangi satu dengan yang lain
Kemerdekaan
Pakistan pada tanggal 23 Maret 1956, membuat pakistan menjadi negara baru yang
terus berkembang. Bayang – bayang konflik dan ingin mempertahankan negara
mereka dari ancaman perang dan bahaya serangan dari negara lain. Kedua negara
bertetanggan ini ( India dan Pakistan ) terus meningkatkan kekuatan militer
mereka atau lebih dikenal dengan armrace.
Dari pandangan Pakistan, Pakistan melakukan ini untuk melindungi negara mereka
dari ancaman negara lain ( India ) dan untuk meingkatakan nilai ( bergain ) Pakistan dimata dunia. Dengan
adanya konflik yang terus menerus terjadi antara India dan Paksitan mau tidak
mau kedua negara ini harus menyiapkan persenjataan dan militer yang baik dan
mumpuni.
Sejak
tahun 1972 Pakistan mulai melakukan beberapa manuver untuk melindungi negara
mereka. Pakistan mempunyai ambisi untuk mengembangkan kekuatan nuklir nya. Hal
ini didapat dari perhitungan pakistan yang sangat cermat. Dilain sisi ,
Pakistan ingin meningkatkan kekuatan serta membangun kekauatan nuklirnya.
Pakistan ingin mempunyai kekuatan besar , agar mereka tidak diserang oleh India
atau negara lain yang sangat membahayakan posisi serta keamanan negara mereka.
Tercatat dalam sejarah Pakistan mulai membangun persenjataan nuklir mereka sejak
tahun 1970. Pakistan tercatat 2 ( dua )
tahun lebih cepat pembangunan nuklirnya daripada India, akhir 1970 disinyalir
Pakistan mulai membangun persenjataan nuklirnya di daerah Karachi yang dekat
dengan perbatasan India. Pembangunan nuklir ini tentunya didukung oleh sejumlah
negara barat. Pakistan secara diam – diam terus mengembangkan kekuatan nuklir
nya dalam persiapan dan memaksimalkan kekuatan nuklir mereka. Ditambah pada
tahun 1970, Pakistan dibawah perdana menteri Zulfikar Ali Bhuto ( 1970 ) mendeklarasikan
keinginan Pakistan untuk mengembangkan diri sebagai negara nuklir dikawasan
Asia Selatan
Dalam
perkembangannnya Pakistan terus meningkatakan dan terus mengeksplorasi kekuatan
nulklir mereka. Tercatat Pakistan mempunyai setidaknya 14 ( empat belas )
laboratorium yang tersebar diberbagai penjuru Pakistan. Sejumlah laboratorium
tersebut berada pada : Chagai, Hills,
Kundian , Chassma, Lakki, Ishakell, Wah, Glora Shareif, Rawalpindi, Sihala,
Kahuta, Khushab, Lahore, Multan, dan Delha Ghazi. Perkembangan nukir Pakistan
yang sangat maju ditambah dengan perkembangan laboratorium yang dimiliki oleh
Pakistan yang sangat kompleks. Pakistan mempunyai laboratorium yang sangat maju
dan lengkap. Terdapat banyak zat yang sangat vital dalam perkembangan nuklir Pakistan.
Sebagai nya adalah : uranium ( yang terdapat pada laboratoruim for uranuim ), hexa flouride, conversion, weapon manufacturing centres, fuel
fabrication, nuclear testing facilities, heavy water facilities, nuclear
reactors, well equipped reseach and development capacity. Perkembangan
nuklir Pakistan yang sangat kompleks dan terus berkembang tentu meningkatkan
nilai nya dikawasan nya. Tidak bisa dipungkiri keberadaan negara – negara yang
memiliki nuklir atau sejenisnya akan berdampak pada nilai bergain mereka dimkata regional maupun dunia. Terutama saat ini
Pakistan adalah negara yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara besar
seperti China disebalah timur, Iran disebelah barat, India disebelah tenggara.
Saat ini, Pakistan berada pada tengah –tengah atau berada disekitar negara –
negara yang sangat intens memabngun nuklir mereka.
Keberadaan
Pakistan untuk pengembangan nuklir dikawasan mereka ( kawasan Asia tengah )
mulai menggeser keberadaan India. India dikenal sebagai negara yang
menghegemoni beberapa negara – negara
dikawasannya. Keberadaan Pakisatan yang terus meningkatakan kekuatan
nuklir nya juga berdampak kepada kekuatan India. Pakistan disini berupaya untuk
menyeimbangkan keuatan mereka dengan India, dan berupaya untuk mengapuskan atau
sedikit meredam kekuatan hegemoni India. Sejalan dengan teori ballance of power, Pakistan sebagai
negara yang terus berkembang, mencoba untuk mengeimbangi kekuatan India. Pada
dasarnya tidak ada negara didunia ini yang rela atau mau untuk dihegemoni oleh
negara lain. Pakistan dengan segala kekuatan yang dimiliki terus berupaya untuk
mengembangkan kekuatan nukir dan persenjataan India.
Dalam
perkembangan militer Pakistan, memodernisasi struktur dan alusista militer yang
didalamnya juga terdapat misi pembaruan rudal serta hulu ledak nuklir terbaru
terus dilaksanakan. Hulu ledak nuklir terbaru yang bernama Half, half sendiri
dipercaya merupakan hasil tiruan tau kloning dari rudal milik Korea Utara (
RODONG ). Half sendiri dikemabnagkan menjadi half-1 dan half-2, kedua rudal ini
memiliki kelebihan yang sangat mencenangkan, jarak tempuh yang dimiliki sekitar
1.300 km dari titik peluncuran menuju titik target. Rudal jenis half ini sering
disebut dengan ghauri 1 serta ghauri 2, yang karakteristiknya tidak jauh berbeda.
Ghauri sendiri dirancang dari hasil adopsi pihak militer China , memang dalam
perkembangan serta kemajuan misil rudal Pakistan selalu dibantu oleh pihak
China sebagai penguat mereka. Pada perkembangan nya ghauri 2, lebih dimodern
kan , atau di upgrade. Ghauri 2
mempunyai jarak tempuh sekitar 2.000 km dari tik luncur dengan kecepatan yang
cukup fantastis itu, Pakistan dengan mudah dapat menghancurkan India dengan
cepat.
Pakistan
sebagai negara yang terlah merdeka dan telah berdaulat dari India serta Inggris,
merasa dan taidak akan pernah mau jika negara mereka terjajah kembali atau
mengalami konflik seperti negara tetangga nya Afganistan. Pakistan tentu akan
melindungi wialayah mereka dari segala bentuk anacaman dari luar yang akan
membahayakan wilayah dan keamanan negara dan segenap warga negara. Pakistan
juga menyadari bahwa jika mereka tidak memiliki kekuatan atau sesuatu yang
ditakuti oleh negara lain, maka mereka akan mudah menyerang Pakistan. Pakistan
juga menyadari banyak negara yang telah berhasil mengembangkan kekuatannya
(dalam bidang nuklir) akan sedikit diperhitungkan dalam kanca internasional.
Untuk semakin mengamnakna kekuatannya Pakistan juga bekerja sama dengan negara
lain, seperti China yang merupakan tetangga terdekat mereka. Pembangunan nuklir
serta militer yang terus dilakukan oleh Pakistan, merupakan sesuatu hal yang
bisa membuat India untuk memperhitungkan keberadaan Pakistan diwilayah atau
diregional mereka.
Meskipun
dikanca internasional terdapat suatu perjanjian yang bernama NPT (nuclear proliferation treathy)atau
perjanjian untuk tidak mengembangkan
nuklir sebagai senjata, yang nantinya dapat berakibat fatal jika terus
dikembangkan. Pakistan menolak perjanjian ini, karena mereka (Pakistan)
beranggapan bahwa jika mereka menandatangani atau menyetujui perjanjian
tersebut akan sama halnya mereka mengihlaskan senjata nuklir mereka. Jika itu
terjadi tentu pakistan akan kehilangan kekuatan terbesarnya. Pakistan juga
beranggapan bahwa perjanjian itu tidak fair
karena hanya negara-negara tertentu saja yang boleh mengembangkan nuklir
sebagai senjata, menurut Pakistan ini adalah sebuah ketidak adilan yang tidak
perlu ditanggapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar