Rabu, 28 Agustus 2013

Cerpen-Lembaran Naura

LEMBARAN LAMA NAURA

                  Setelah mengikuti MOS disekolah aku pun melewati hari hari di SMA ku dengan rasa resah karena  selama ini aku selalu  menjadi bahan tontonan dan ejekan kakak kelas ku,ya memang karena dari postur tubuhku melebihi orang orang di Indonesia  yang lain,karena  aku memiliki postur lebih tinggi dari teman temanku.Saat jam istirahat tiba aku dikejutkan oleh sesosok laki laki yang tak kukenal.setelah ia memesan mie baru aku tau  dia adalah seniorku disekolah ini selain itu dia juga memiliki aura yang tak dapat kutolak,mungkin dia adalah cowok favorit di SMA ini saat  kami mulai menyantap makanan dan diselingi oleh obrolan ringan yang dia ciptakan ada suara yang  membuatku sedikit kaget “io loe dicari bu nin tuh,ditunggu diruang guru !” sontak aku dan si cowok didepanku itu menoleh ke arah  sumber suara  “ow ya thanks fid” dan si cowok tadi pun beranjak dari tempat duduknya  “sorry ya,gue mau ke ruang guru dulu ya”  katanya, “ow ya kak silahkan” aku pun menjawab “ok,tapi kita belum kenalan kan?”  tanya nya sambil tersenyum   “errr... belum kak”  ku menjawab dengan sedikit tersenyum “kalo gitu kita kenalan aja sekarang” sambil menjulurkan tangan nya ,aku pun bangkit dari tempat duduk ku “gue rio anak dua belas ipa dua,kalo loe?” tanya nya cerocos “aaaku naaura,anak kelas sepuluh dua kak” jawabku  gugup ,setelah itu dia membayar mie yang telah ia makan dan langsung hilang dikeramian kantin,saat aku mulai memakan mie yang tersisa  ada seseorang yang menyenggolku dengan sengaja ,dengan nada sedikit marah aku langsung  berbalik badan,dan ternyata dia adalah sahabat baruku disini “sorry sory ra,beneran gue gak sengaja”  katanya dengan nada memelas “gak lucu tau” jawabku sedikit sadis “elu gue kan gak sengaja,gue juga capek cariin loe keliling ni sekolah” jawabnya cerocos “ngapain loe muter muter sekolah buat cariin gua,kan bisa di sms”jawabku sedikit  dongkol , “ya maaf,abis lo tadi dicariin kakak kelas yang  guanteng banget  ra” jawabnya tersenyum “emm,emang nya sapa?” aku sedikit binggung “itu loh si anak basket yang keren tuh loh,kalo gak salah namanya kak  rio,ya kak rio yang ganteng banget itu loh” jawabnya  “ow kak rio,tadi gue udah kenalan kok” jawabku sedikit tersenyum “lololo,lo udah kenalan ma tu cowok?kapan kapan?” tanyanya sedikit binggung  “ya udah lah,barusan aja kenapa ?” “gak gak papa” “ow yaudah” jawabku sedikit menyindir

      Tak kusadari aku sudah  15 menit berada di kantin ini,berarti  tak lama lagi bel  akan berbunyi,aku  beranjak meninggalkan bangku panjang itu dan membayar makanan yang telah aku pesan tadi, “kringggggggg” setelah aku mendengar bel itu aku dengan sedikit lari lari kecil menuju kelas ,sesampainya di kelas aku pun sedikit lega karena guru pengajarnya belum datang,aku langsung duduk dibangku  tak lama kemudian ada pengumuman dari sekolah untuk pulang lebih awal dari jam biasa aku pun sontak kegirangan karena jam tidur siangku akan bertambah ,bersama teman ku lusi aku 

menuju  ke halte sekolah yang tepat berada di depan sekolah,sambil menunggu mikrolet  jurusan rumahku aku duduk sendiri karena lusi yang tadi bersamaku sudah pulang terlebih dahulu karena mikrolet menuju rumah nya sudah datang,automaticly aku duduk sendiri dibangku besi itu,aku duduk sambil membayangkan hal yang tadi terjadi di kantin sekolah,lama jua aku menunggu di halte ini,tanpa kusadari ada sesosok pria menumpangi  motor gede nya berhenti di depan ku lalu dia membunyikan klakson nya yang super super besar “ahh sapa si?ni cowok resek baget” racuanku di dalam hatiku,selang berapa menit si cowok itu turun dari motor gedenya itu  dan membuka helm hitam itu “mau pulang ra?” “ii i iya kak” jawabku terbatah batah,ternyata dia adalah kak rio oh my god ganteng banget dia bikin aku tambah nge fans sama dia “kalo mau pulang ayo bareng  aku aja” “e engak usah kak aku naik mikrolet aja,gak papa kok” “gak usah lah ini kan udah mendung entar lagi hujan,mending bareng aku aja,lagipula aku sendirian kok” “gimana ya kak?em” sambil mengigit bibir merahku otaku mulai berfikir  di tengah tengah berfikir tangan kak rio memegang pergelangan tanganku dan menariknya menuju motor gedenya itu dan kak rio memakai helm nya dan memulai mengendarai sepeda motor gede nya,di perjalanan kami brdua sama sama diam seribu bahasa “mungkin dia lagi konsen ke jalan ya,makannya dia gak mulai pembicaraan” tanyaku dalam hati  tak lama kemudian aku sudah menginjakan kaki ku di depan rumah ku dengan perasaan campur aduk aku menyilakan kak rio untuk singgah dulu,tapi kak rio menolak nya dengan alasan keburu buru mau les,maklum lah kan udah kelas tiga so mungkin dia sibuk  sekali sama pelajaran  pelajaran unas nya,ketika masuk kedalam rumah aku langsung terkejut karena rumah sepi sunyi dan tak ada suara apapun kecuali suara bik imah yang tadi bukain pintu,aku menuju ke kamar  kak rio aku terkejut disitu gak ada kak  rio ,aku menuju  kamar adek ku safina disitu juga gak ada aku menuju kekamar  dady tapi terkunci aku menuju ke belakang mencari bik imah tapi bik imah juga sudah gak ada dibelakang aku menuju garasi ditu hanya ada satu mobil aku melihat  pintu pagar pun sudah terbuka “ aneh,pada kemana si ni orang orang” gerutuku sambil menuju kekamar ku dilantai atas,saat aku mulai menelfon keluargaku ,tapi ternyata nomer mereka sudah gak aktif semua,akhirnya aku ganti baju casual dan mengambil kunci mobil di laci bufet  tengah rumah dan aku memutuskan untuk kerumah lusi yang ada di bilangan Jakarta pusat mobil melaju sedikit pelan karena hujan angin mendera ibukota,tak lama kemudian aku sudah sampai di rumah Lusi ,aku turun dari mobil dan ternyata Lusi sudah menunggu ku “hello neng,lu dari mana aja si?lama bener” tanya lusi “akupun menjawab “lo taukan ini ujan,aku ya gak berani dong ngebut wuuhh” “okelah ,hayo masuk” ,sambil masuk aku pun duduk dikursi panjang di ruang keluarga, “e ra,gue mau mandi dulu ya” “idih jorok lu,ya udah deh sana,gue nyalaiin tv ya?” “iya deh,tuh remote nya ada di meja” saat melihat tv ,dan saat menyalakan tv kebetulan lagi acara berita ,berita yang disampaikan adalah berita tentang kecelakaan maut yang terjadi di daerah Bogor didalam kecelakaan itu menewaskan tiga orang yang masih belum diketauhi identitasnya,setelah itu hp ku berbunyi dari nomer tidak dikenal  dengan sedikit kebingiungan yang menghantui ku ,aku beranikan mengangkatnya “hallo dengan mbak naura?” tanya seorang perempuan “ii i iya ini siapa ya?” tanya ku sedikit binggung “kami dari Rumah Sakit Medianda,mengasih kabar bahwa keluarga anda mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Bogor,kami harap anda secepatnya menuju kerumah sakit kami” perintahnya “yang bener mbak?mbak gak bohong kan?”  tanya gue sedikt bingung “iya bener ini mbak,kami harap anda scepatnya menuju kesini agar mempermudah kejelasan nya terimah kasih” “TUTUTUTUTTTT” dengan sisa nyawa yang ada aku mulai bangkit dan menuju kamar lusi yang ada dilantai atas “lus,lusi lo ada dimana?bantu gue dong” jeritku “ada apa ra,gue keluar ni” beberapa menit kemudian keluar lah lusi dengan rambut yang masih basah “orang tua gue lus,orangtua gue huaaaa” jeritku sambil berusaha tetap berdiri “kenapa ra orang tua lo,kenapa cerita dong?” tanya nya dengan sedikit kebingungan “mereka kecelakaan lus,di daerah Bogor loe mau kan nganterin gue” tanyaku lemas “ok ok,gue bakalan nganterin lo,tapi gue ganti dulu ya”aku duduk dikursi mini yang ada didepan kamar lusi “ayo ra kita berangkat sekarang “  “ayo” sambil dibobong lusi menuju mobil yang ada didepan rumah nya.
            semenit kemudian mesinudah menyala dan lusi mulai menginjak pedal gas dan aku berda di samping lusi, selama diperjalanan aku merasa sangat binggung dengan nasib ku sendiri selama.Lusi lumayan ngebut dalam hal menyetir kali ini ,selama perjalanan Lusi mencoba menenangkan ku “e ra di mana orangtua lo?” “Dirumah Sakit Medianda lus “ “ok ntar lagi nyampe kok,tenang aja ya” “OK lus thanks ya” tak lama kemudian kita sudah sampai
di pelataran rumah sakit setelah memarkirkan mobil,lulus dan aku pun beranjak menuju front office, tak lama setelah kami bertanya tentang keberadaan keluargaku ,aku dan Lulus pun diajak salah satu suster tadi untuk menuju tempat keluargaku berada,perjalanan kami menuju ruang dimana keluargaku dirawat sangat panjang dan berkelok kelok sampai menyebabkan aku binggung akan dibawa kemana, tiba tiba suster tadi berhenti di depan salah satu ruang ,aku tak tau ruang apa itu,tapi ruang itu sangat menyengat dan membuat ku hampir muntah ,setelah itu suster memberi kami masker dan kami  diperingati agar tidak histeris,begitu pintu dibuka tampak ruang yang begitu gelap dan berbau persis seperti bau ruang mayat ,setelah itu suster tadi itu menyilahkan kami untuk masuk sebelum masuk tanpak seorang suster yang berjaga disitu bertanya kepada aku dan lulus mengenai status kami, “siapa diantara kalian berdua yang meruapakan keluarga korban?” tanya suster tua itu “sa a y ya ss uster” jawabku merinding salah satu dari mereka menarik Lulus dan membisikan kata kata yang tak kutau apa maksudnya ,dan hal itu membuat Lulus meneteskan air mata begitu deras nya,dengan perasaan yang binggung aku pun juga dibuat mereka menangis ,akhirnya suster tua itu menuntunku untuk masuk kedalam ruang itu ,berapalangkah saja memasuki ruang itu aku mengetauhi bahwa ruang itu adalah ruang mayat dan aku semakin histeris menjadi jadi, suster itu membuka selimut dari salah salah satu mayat tersebut ketika dibuka,tampak laki laki berjenggot tipis dengan potongan cepak “itu kak reno,kenapa dia sus?jawab sus” suster itu hanya diam tanpa berbicara sedikitpun ,Lusi hanya bisa mengengam tangan ku agar aku lebih sabar “sabar ra sabar ra nyebut ra ini cobaan bagi elo ra sabar “ “lus kak reno lus kak reno” tangisku meledak ketika suster yang  tadi itu membawa ku menuju salah satu mayat  yang tertutup oleh selimut putih aku pusing memikirkan siapa ini dady atau mom

      Lusi terus berada disampingku  sambil memberikan motivasi kepadaku ,setelah itu aku mendekat menuju mayat  yang telah dibuka oleh suster tadi itu ,tampak seorang bapak bapak berambut semi putih dam meiliki rambut cepak telah berbaring diranjang mayat itu “daaadddyy,dad kenapa dad?bangun dad ,bangun dad ,plis demi aku dad bangun dad”suster tua itu menyadarkan ku agar lebih sabar dalam menghadapi cobaan yang kutimpa saat ini.

      Setelah itu ada seorang suster berkerudung yang datang membawa kursi roda,aku tak menegrti yang mereka maksud,karena tubuhku terlalu lemah maka lusi dan suster tua tadi mengangkatku menuju kursi roda “sus dimana ibu saya?” tayaku sedikit lemas “anu emh,kita sekarang menuju ruang ngan ibu anda ,kami harap anda lebih taba ya dek” saut salah satu suster  tak beberapa lama aku dihentikan pada suatu ruang tepatnya ruang ICU (aku mengetauhi nya dari tulisan di depan pintu ruangan itu) “mbak ,mbak bisa lihat di dalam sana ada seseorang  perempuan yang tertidur?” tanya si suster cantik itu “i  i i tu siapa sus?” “itu ibu anda ,yang sabar ya mbak” “my mom ?” setelah menyebutkan kalimat kalimat itu aku sudah tak sadarkan diri,ketika aku sadar aku bisa melihat tante ria,tante igam,tante susi dan famili yang lain “syukurlah,kamu sudah sadar nak?” tanya seorang yang ada disebelahku “ aku dimana,mana kak reno,dady,mom ,mana mereka? Tanya ku sedikit keras “mereka semua ada yang menangani kok nak,kamu yang sabar ya” ayo kita pulang jenazah nya sudah ada di ambulan”  ,aku pun diangkat dari  kasur kecil itu dan dibopong meneju mobil yang tadi dikemudikan Lusi ,dan mama yang lagi gak sadarkan diri pun dipindahkan menuju salah satu rumah sakit yang  ada disekitar rumah ku.

      Saat sampai dirumah ,rumah ku pun tampak ramai dari kejauhan banyak mobil mobil dari para colega papa,dan segelintir temen kak reno.Saat turun dari mobil aku dibopong dengan salah satu paman ku,saat masuk kedalam rumah tanpak eyang putri yang lagi dibopong sama bik imah,yang juga tanpak lesu,aku langsung merangkul eyang putri sambil menangis menjadi jadi eyang putri pun menangis juga lalu banyak dari tamu dan beberapa colega dady yang ikut menangis  karena melihat sebuah drama yang nyata,sampai sampai eyang putri pun hampir tak sadarkan diri untung nya ada bik imah disampingnya ,aku pun menuju kamar untuk ganti baju yang lebih sopan.Setelah ganti pakaian Lusi pun masuk kekamar ku dan memeluk erat tubuhku,tadi nya aku yang ingin tegar dalam menghadapi situasi ini pun tak bisa memungkiri keluarnya air mata  yang sudah ada diujung bulu mata,”thanks ya Lus,lo lo temen gue yang paling baik” kata gue sedikit sedih karena masalah yang kutimpa, “sama sama ra,yang tabah ya,lo dicariin eyang lu sana” jawab lusi mencoba tegar,setelah itu aku keluar menuju  ruang tamu disana semakin banyak colega papa dan temen kak reno datang eyang putri pun sudah pingsan beberapa kali.

      Banyak colega papa yang mengenalku memberi kalimat belasungkawa dan tak banyak juga yang memberi semangat kepadaku.Aku hanya bisa meng-iyakan kata kata mereka sambil mencoba tegar  terhadap kenyataan ini.Saat jenazah daeng aku belum melihat keluarga papa,saat grandmom tiba,kebetulan grandmom ada di Indonesia karena dia biasa na pulang ke Australia di negara yang menjadi tempat bertumbuhnya dady. “hei young lady,be stranger okay,i will be there with you” “thanks gram,you are the best for me for this situation” jawabku sedih dan hancur.Gran mom pun jatuh pingsan saat melihat keadaan papa dan kak reno.jam sudah menunjukan pukul  16.00,ini saatnya dady dan kak reno dikebumikan saat itu juga aku memberanika diri untuk melihat jenazah kedua orang yang kuncitai untuk terakhir kali nya aku mengencup kening mereka berdua ,aku tak tahan lagi untuk menghadapi nya,dan saat itu juga eyang uti pun pingsan untung saja grandmom  tampak sabar meski air mata nya yang keluar itu sangat deras saat itu Lusi dan berepa temen temen sekolahku yang tak kutauhi kapan mereka datangnya mengangkatku untik duduk dikursi ,aku eyang  putri,dan grandmompun pergi menuju masjid tempat dady  dan kak reno di shalati untuk yang terakhir kalinya.Setelah itu aku dan rombongan kecil ku pun berangkat menuju ke pemakaman umum dan disaat jenazah kak reno dan dady dimasukan keliyang lahat aku ak bisa menahan airmtaku yang terus keluar.Setalah pemakamn usai aku pun balik menuju kerumah sakit  mom dirawat ,saat aku datang momkondisiya telah membaik dan siap dirawat diruangan biasa.Saat masuk sekolah aku bertemu kak rio “ra gue turut berduka cita ya,atas musibah yang menimpa keluarga kamu ya ,maaf waktu itu aku gak bisa dateng kerumahmu” kata kak reno lembut ,”gak papa kok kak yang penting doa kakak yang Naura butuhkan”kata gue sedikit menangis “maaf ya ra,tapi kamu jangan nagis ya” aku tidak menjawab aku langsung pergi menuju kamar mandi dan menangis sejadih jadinya disana.Bahakan aku selalu menghindar dai kak rio karea aku maih malu terhdap kondisi yang tadi

      Kondisi mom  terus membaik dari hari kehari sampai mom pun diijinkan pulang ,tapi aku sedikit sedih karena ingatan mom sudah berantakan terkadang Mom menagis mengingat kejadian yang menimpanya terkadang mom pun hanya diam seribu bahasa mengingat kelumouhan yang menderah nya.Sampai suatu saat granmom mengajak mom untuk berobat di Australia ,pertama aku tidak menyetujuinya karena aku takut kehilangan mom ,tapi karena demi kebaikan mom pun akhirnya aku pun luluh.

      Di saat mom telah pergi menuju Australia ,aku di Indonesia pun mulai menyiapkan segala kebutuhan kepindahan ku menuju Australia ,karena menurut salah satu dokter di Australia mom harus dirawat intensif sampai kondisi mom sembuh total,akhirnya karena keputusan dokter itu grandmom pun meyuruh ku untuk melanjutkan sekolah di Australia sambil menjaga mom dan grandmom karena di sana grandmom tinggal sendiri.Mau ngak mau aku pun harus pindah menyusul mom,dan meninggalkan segala  macam kenangan ynag telah aku buat.Saat mengurus surat surat kepindahan dari sekolah aku bertemu kak rio ,untuk kali ini aku sudah gak bisa menghindar dari kak rio “ra kenapa kamu menghindar dari aku ra?” tanya kak rio “maaf ka rara gak bisa jelasin maslah yang ada ,kalo rara cerita pasti kakak akan terpukul” jawabku sedikit sedih ,karena dalam beberapa hari kedepan aku harus meninggalkan kak rio “kenapa ra?”tanya kak rio sedikit menyesal “gak papa kak ,ini pravisi ku nanti kak rio juga mengerti  maaf kak” jawab ku sambil berlari menuju kelas.Keesokan hariya,disaat bel berbunyi aku pun berlari menuju depan kelas “teman teman aku mau ngomong” “ngomong apa ra?ngomong aja kali mungkin kita bisa bantu” teriak Lusi “iya ra” jawab anak anak satu kelas kompak  “maaf ,mungkin yang ini kalian gak bisa membantu aku” “emang masalah apaan si ra” tanya Aldi yang berada di depanku “teman teman ,maaf hari ini adalah hari terakhir  aku bertemu kalian ,maaf ya kalo aku punya banyak salah kekalian” “maksut mu apa ra,kita gak ngerti” tanya lusi kebingungan “besok,aku Naura Briwtney akan pergi dari kehidupan kalian” jawabku tegas “apa ra?lo mau kemana? Tanya chi chi yang binggung sekali “aku besok akan pergi pindah ke Australia dan akan menetap disana ,maaf ya” jawabku sambil mengeluarkan airmata yang begitu banyak ,Lusi yang dari tadi tampak kebingunan pun lari menuju diriku dan memelk erat tubuhku “ra lo gak bohong kan? “gak lus ini surat pindahnya ,maaf ya Lus”. “teman teman demi menghormati kepergian teman kita yang baik dan cantik ini aku Lusi Setjowardani akan mengadakan tasyakukuran dan  perpisahan di rumah rara,tepatnya jam 6 sore dateng  ya,makanan nya dari aku kok dateng ya” teriak Lusi didepan kelas sambil memeluk ku.Disaat jam pulang sekolah aku berjalan sendiri menuju depan sekolah karena Lusi sudah pulang lebih dahulu karena menyiapkan segala sesuatu yang akan dibuat nanti “ra mau bonceng gak” tanya seseorang yang membuyarkan lamunanku “ow kak rio,gak kak makasih kak” “beneran ini mau hujan gini loh” “ayo mikut aja” ,karena aku ngak mau mengecewakan kak rio untuk terakhir kalinya aku menyetuju inya .ketika sampai dirumah aku pun menyilahkan kak rio untuk masuk kerumah ,tapi kak rio langsung pergi . Saat didalam rumah aku merasa sedih karena besok aku sudah tidak menikmati masa masa dirumahku sendiri  “hei anak cantik kenapa kamu melamun?’’ tanya seseorang dibelakangku “tante igam kok ngagetin rara si?”jawabku sedikit cemberut “sabar ya nak,kamu pasti bisa melalu inya sabar ya nak” “iya tante makasih ya tante mau jaga rara selama ini,makasih ya tante tante baik banget deh” jawabku ,sambil memeluk seseorang yang telah merawatku semenjak dady meninggal “sama sama ra,barang barang mu sudah selesai dipacking kan?” “udah kok tante.oiya tante nanti abis maghrib temen temen rara ma kesini te,mau ngadaiin perpisahan sama rara” “iyakah?yaudah kalo gitu tante mau buat kue dulu ya” “iya te,maaf ya gak bisa banu te” “ iya gak papa kok sayang” ,lalu tante igam pun memulai acaranya sedangkan aku hanya menangis sambil melihat foto foto kelarga komplit ku dulu.Jam menunjukan waktu  5.30 sore aku langsung menuju kamar mandi dan menunaiakan sholat maghrib “setelah itu tampak Lusi mengedor pintu kamar ku” “ra,anak anak udah dateng no” “iya lus gue turun” betapa terkejutnya saat ku melihat teman teman ku satu kelas kumpul diruang tamu tapi ada seorang laki laki yang duduk didepan meja tamu depan “lus siapa itu?” “ya ampun ra itu kak rio” “yaampun” jawabku binggung,dan berlari menuju kak rio “kak rio” lalu kak rio pun bangikt dari kursi “jadi ini ra,rahasiamu?” tanya kak rio “maaf kak,aku belum bilang ke kak rio tadi” “yaudah gak papa kok ini ada hadiah dariku ra tapi jangan dibuka sekarang ya ,plis” “idih pake hadiah hadian ana kayak apa aja deh,trus kapan kak?” jawab ku binggung “besok pas kamu diatas pesawat ok,aku pulang dulu ya” “ok kak,gak makan dulu kak?” “gak gak usah makasih ya ra” ,acara tasyakuran pun berjalan sangat hikmat dan penuh makna ,jam terus berputar teman teman satu kelas pun pulang satu persatu termasuk Lusi ,kalo lusi juga ngasih hadiah yang aku sukai yaitu jam tangan pasangan sama Lusi.

      Pagi hari matahari menyinari  kota Jakarta aku pun bergegas mandi dan  bersiap siap melakukan perjalan ini .semua sudah siap dan  aku ready untuk berangakt sebelum berangaka t aku perpamitan ke eyang putri dan para tante tante ku.saat aku sudah sampai di bandara aku langsung menuju ke terminal keberangakatan international.

      Saat di pesawat aku merasa borring dan nganuk banget ,tapi saat itu aku mengingat hadiah dari kak rio ,dan langsung aku cri dan kubuka dan itu berupa surat berbungkus putih dan ketika kubaca isi nya berupa puisi yang sangat indah ini merupakan cuplikan nya

      II.            Sedikit sesak ketika aku berusaha untuk melupakanmu
Air mataku hanya sanggup keluar di pelupuk mata
Tak mampu lagi aku menetes
Karena air mata ini telah habis tercurah ketika kita berpisah

Sedikit pilu ketika aku terkenang masa lalu
Yang kini.. semua kenangan tentang dirimu telah hilang
Melihat namamu saja aku senang, entah mengapa..
Apa kerinduanku begitu dalam padamu??

Saat ini aku mencari jejakmu
Jejak kepergianmu..
Aku ingin pastikan kau hidup bahagia, walau itu tanpaku
Walau aku tahu, kita masih saling cinta..
Tapi, aku tahu ini yang terbaik
Untukmu, untukku, dan untuk mereka..

Setelah membaca puisi yang pertama tampak ada kertas pink lalu aku buka ternyata isinya adalah sebuah puisi lagi

   III.            Air matamu mengiris hatiku halus

kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat

terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu

nafasmu yang mengalir dalam nafasku

            Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam

            tak kuasa menahan gejolak kasih

            limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi

            Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu

            telah terpatri janji pada kedalaman nurani

            akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita

            meski kekuatan malam hendak meragas

            Dan kepergian mu merupakan derita terbesarku

            `Dalam sunyi aku memohon kepada Tuhan

            Agar sealu membimbingmu dalam tiap langkahmu

 

Ke dua puisi itu menumpahkan air mata ku yang terus mengalir,dengam perasaan yang binggung aku putuskan untuk tidur ,aku tak sanggup menerima semua realita ini.

 

·         Ӂ

Ku mulai hari hari ku di negeri kanguru ini dengan perasaan yang biasa biasa karena aku telah mencoba untuk melupakan semua tentang kehidupan,kenyataan,dan sebuah realita yang pernah kualami di Indonesia,bukan  karena aku tak menyayangi mereka yang ada dimasa lalu ku tapi aku mencoba membuka lembaran baru ku di sini,tanpa adanya rasah gundah yang ada.

Meski beribu kilometer jrak memisahkan kehidupan ku dengan Lusi sahabatku ,aku tetap berhubungan melalui email yang ada ,dan saling memberikan kabar termasuk kak rio yang tak diketauhi jejak nya semenjak kepergianku menuju Australia,mungkin inilah keadaan yang patut aku terima.

Aku menjalani kehidupan di sebuah unversitas ternama disalah satu negara bagian di Australia,da disana pun banyak orang orang indoneia.Dan aku pun mulai merajut kisah dengan salah satu anak Indonesia yang berasal dari daerah bandung ,dan aku pun mencoba melupakan kak rio yang pernah mengisi kehidupan ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar