Cerpen-Lembaran Naura
LEMBARAN LAMA NAURA
Setelah mengikuti MOS disekolah
aku pun melewati hari hari di SMA ku dengan rasa resah karena selama ini aku selalu menjadi bahan tontonan dan ejekan kakak kelas
ku,ya memang karena dari postur tubuhku melebihi orang orang di Indonesia yang lain,karena aku memiliki postur lebih tinggi dari teman
temanku.Saat jam istirahat tiba aku dikejutkan oleh sesosok laki laki yang tak
kukenal.setelah ia memesan mie baru aku tau dia adalah seniorku disekolah ini selain itu
dia juga memiliki aura yang tak dapat kutolak,mungkin dia adalah cowok favorit
di SMA ini saat kami mulai menyantap
makanan dan diselingi oleh obrolan ringan yang dia ciptakan ada suara yang membuatku sedikit kaget “io loe dicari bu nin
tuh,ditunggu diruang guru !” sontak aku dan si cowok didepanku itu menoleh ke
arah sumber suara “ow ya thanks fid” dan si cowok tadi pun
beranjak dari tempat duduknya “sorry
ya,gue mau ke ruang guru dulu ya”
katanya, “ow ya kak silahkan” aku pun menjawab “ok,tapi kita belum
kenalan kan?” tanya nya sambil tersenyum “errr... belum kak” ku menjawab dengan sedikit tersenyum “kalo
gitu kita kenalan aja sekarang” sambil menjulurkan tangan nya ,aku pun bangkit
dari tempat duduk ku “gue rio anak dua belas ipa dua,kalo loe?” tanya nya
cerocos “aaaku naaura,anak kelas sepuluh dua kak” jawabku gugup ,setelah itu dia membayar mie yang
telah ia makan dan langsung hilang dikeramian kantin,saat aku mulai memakan mie
yang tersisa ada seseorang yang
menyenggolku dengan sengaja ,dengan nada sedikit marah aku langsung berbalik badan,dan ternyata dia adalah
sahabat baruku disini “sorry sory ra,beneran gue gak sengaja” katanya dengan nada memelas “gak lucu tau”
jawabku sedikit sadis “elu gue kan gak sengaja,gue juga capek cariin loe keliling
ni sekolah” jawabnya cerocos “ngapain loe muter muter sekolah buat cariin
gua,kan bisa di sms”jawabku sedikit
dongkol , “ya maaf,abis lo tadi dicariin kakak kelas yang guanteng banget ra” jawabnya tersenyum “emm,emang nya sapa?”
aku sedikit binggung “itu loh si anak basket yang keren tuh loh,kalo gak salah
namanya kak rio,ya kak rio yang ganteng
banget itu loh” jawabnya “ow kak
rio,tadi gue udah kenalan kok” jawabku sedikit tersenyum “lololo,lo udah
kenalan ma tu cowok?kapan kapan?” tanyanya sedikit binggung “ya udah lah,barusan aja kenapa ?” “gak gak
papa” “ow yaudah” jawabku sedikit menyindir
Tak kusadari aku
sudah 15 menit berada di kantin
ini,berarti tak lama lagi bel akan berbunyi,aku beranjak meninggalkan bangku panjang itu dan
membayar makanan yang telah aku pesan tadi, “kringggggggg” setelah aku
mendengar bel itu aku dengan sedikit lari lari kecil menuju kelas ,sesampainya
di kelas aku pun sedikit lega karena guru pengajarnya belum datang,aku langsung
duduk dibangku tak lama kemudian ada
pengumuman dari sekolah untuk pulang lebih awal dari jam biasa aku pun sontak
kegirangan karena jam tidur siangku akan bertambah ,bersama teman ku lusi aku
menuju ke halte sekolah yang tepat
berada di depan sekolah,sambil menunggu mikrolet jurusan rumahku aku duduk sendiri karena lusi
yang tadi bersamaku sudah pulang terlebih dahulu karena mikrolet menuju rumah
nya sudah datang,automaticly aku duduk sendiri dibangku besi itu,aku duduk
sambil membayangkan hal yang tadi terjadi di kantin sekolah,lama jua aku
menunggu di halte ini,tanpa kusadari ada sesosok pria menumpangi motor gede nya berhenti di depan ku lalu dia
membunyikan klakson nya yang super super besar “ahh sapa si?ni cowok resek
baget” racuanku di dalam hatiku,selang berapa menit si cowok itu turun dari
motor gedenya itu dan membuka helm hitam
itu “mau pulang ra?” “ii i iya kak” jawabku terbatah batah,ternyata dia adalah
kak rio oh my god ganteng banget dia bikin aku tambah nge fans sama dia “kalo
mau pulang ayo bareng aku aja” “e engak
usah kak aku naik mikrolet aja,gak papa kok” “gak usah lah ini kan udah mendung
entar lagi hujan,mending bareng aku aja,lagipula aku sendirian kok” “gimana ya
kak?em” sambil mengigit bibir merahku otaku mulai berfikir di tengah tengah berfikir tangan kak rio memegang
pergelangan tanganku dan menariknya menuju motor gedenya itu dan kak rio
memakai helm nya dan memulai mengendarai sepeda motor gede nya,di perjalanan
kami brdua sama sama diam seribu bahasa “mungkin dia lagi konsen ke jalan
ya,makannya dia gak mulai pembicaraan” tanyaku dalam hati tak lama kemudian aku sudah menginjakan kaki
ku di depan rumah ku dengan perasaan campur aduk aku menyilakan kak rio untuk
singgah dulu,tapi kak rio menolak nya dengan alasan keburu buru mau les,maklum
lah kan udah kelas tiga so mungkin dia sibuk
sekali sama pelajaran pelajaran
unas nya,ketika masuk kedalam rumah aku langsung terkejut karena rumah sepi
sunyi dan tak ada suara apapun kecuali suara bik imah yang tadi bukain
pintu,aku menuju ke kamar kak rio aku
terkejut disitu gak ada kak rio ,aku
menuju kamar adek ku safina disitu juga
gak ada aku menuju kekamar dady tapi
terkunci aku menuju ke belakang mencari bik imah tapi bik imah juga sudah gak
ada dibelakang aku menuju garasi ditu hanya ada satu mobil aku melihat pintu pagar pun sudah terbuka “ aneh,pada
kemana si ni orang orang” gerutuku sambil menuju kekamar ku dilantai atas,saat
aku mulai menelfon keluargaku ,tapi ternyata nomer mereka sudah gak aktif
semua,akhirnya aku ganti baju casual dan mengambil kunci mobil di laci bufet tengah rumah dan aku memutuskan untuk kerumah
lusi yang ada di bilangan Jakarta pusat mobil melaju sedikit pelan karena hujan
angin mendera ibukota,tak lama kemudian aku sudah sampai di rumah Lusi ,aku
turun dari mobil dan ternyata Lusi sudah menunggu ku “hello neng,lu dari mana
aja si?lama bener” tanya lusi “akupun menjawab “lo taukan ini ujan,aku ya gak
berani dong ngebut wuuhh” “okelah ,hayo masuk” ,sambil masuk aku pun duduk
dikursi panjang di ruang keluarga, “e ra,gue mau mandi dulu ya” “idih jorok
lu,ya udah deh sana,gue nyalaiin tv ya?” “iya deh,tuh remote nya ada di meja”
saat melihat tv ,dan saat menyalakan tv kebetulan lagi acara berita ,berita
yang disampaikan adalah berita tentang kecelakaan maut yang terjadi di daerah
Bogor didalam kecelakaan itu menewaskan tiga orang yang masih belum diketauhi
identitasnya,setelah itu hp ku berbunyi dari nomer tidak dikenal dengan sedikit kebingiungan yang menghantui
ku ,aku beranikan mengangkatnya “hallo dengan mbak naura?” tanya seorang perempuan
“ii i iya ini siapa ya?” tanya ku sedikit binggung “kami dari Rumah Sakit
Medianda,mengasih kabar bahwa keluarga anda mengalami kecelakaan lalu lintas di
daerah Bogor,kami harap anda secepatnya menuju kerumah sakit kami” perintahnya
“yang bener mbak?mbak gak bohong kan?”
tanya gue sedikt bingung “iya bener ini mbak,kami harap anda scepatnya
menuju kesini agar mempermudah kejelasan nya terimah kasih” “TUTUTUTUTTTT”
dengan sisa nyawa yang ada aku mulai bangkit dan menuju kamar lusi yang ada
dilantai atas “lus,lusi lo ada dimana?bantu gue dong” jeritku “ada apa ra,gue
keluar ni” beberapa menit kemudian keluar lah lusi dengan rambut yang masih
basah “orang tua gue lus,orangtua gue huaaaa” jeritku sambil berusaha tetap
berdiri “kenapa ra orang tua lo,kenapa cerita dong?” tanya nya dengan sedikit
kebingungan “mereka kecelakaan lus,di daerah Bogor loe mau kan nganterin gue”
tanyaku lemas “ok ok,gue bakalan nganterin lo,tapi gue ganti dulu ya”aku duduk
dikursi mini yang ada didepan kamar lusi “ayo ra kita berangkat sekarang “ “ayo” sambil dibobong lusi menuju mobil yang
ada didepan rumah nya.
semenit kemudian mesinudah
menyala dan lusi mulai menginjak pedal gas dan aku berda di samping lusi,
selama diperjalanan aku merasa sangat binggung dengan nasib ku sendiri
selama.Lusi lumayan ngebut dalam hal menyetir kali ini ,selama perjalanan Lusi
mencoba menenangkan ku “e ra di mana orangtua lo?” “Dirumah Sakit Medianda lus
“ “ok ntar lagi nyampe kok,tenang aja ya” “OK lus thanks ya” tak lama kemudian
kita sudah sampai di pelataran rumah sakit setelah memarkirkan
mobil,lulus dan aku pun beranjak menuju front office, tak lama setelah kami
bertanya tentang keberadaan keluargaku ,aku dan Lulus pun diajak salah satu
suster tadi untuk menuju tempat keluargaku berada,perjalanan kami menuju ruang
dimana keluargaku dirawat sangat panjang dan berkelok kelok sampai menyebabkan
aku binggung akan dibawa kemana, tiba tiba suster tadi berhenti di depan salah
satu ruang ,aku tak tau ruang apa itu,tapi ruang itu sangat menyengat dan
membuat ku hampir muntah ,setelah itu suster memberi kami masker dan kami diperingati agar tidak histeris,begitu pintu
dibuka tampak ruang yang begitu gelap dan berbau persis seperti bau ruang mayat
,setelah itu suster tadi itu menyilahkan kami untuk masuk sebelum masuk tanpak
seorang suster yang berjaga disitu bertanya kepada aku dan lulus mengenai
status kami, “siapa diantara kalian berdua yang meruapakan keluarga korban?”
tanya suster tua itu “sa a y ya ss uster” jawabku merinding salah satu dari
mereka menarik Lulus dan membisikan kata kata yang tak kutau apa maksudnya ,dan
hal itu membuat Lulus meneteskan air mata begitu deras nya,dengan perasaan yang
binggung aku pun juga dibuat mereka menangis ,akhirnya suster tua itu
menuntunku untuk masuk kedalam ruang itu ,berapalangkah saja memasuki ruang itu
aku mengetauhi bahwa ruang itu adalah ruang mayat dan aku semakin histeris
menjadi jadi, suster itu membuka selimut dari salah salah satu mayat tersebut
ketika dibuka,tampak laki laki berjenggot tipis dengan potongan cepak “itu kak
reno,kenapa dia sus?jawab sus” suster itu hanya diam tanpa berbicara sedikitpun
,Lusi hanya bisa mengengam tangan ku agar aku lebih sabar “sabar ra sabar ra
nyebut ra ini cobaan bagi elo ra sabar “ “lus kak reno lus kak reno” tangisku
meledak ketika suster yang tadi itu
membawa ku menuju salah satu mayat yang
tertutup oleh selimut putih aku pusing memikirkan siapa ini dady atau mom
Lusi
terus berada disampingku sambil
memberikan motivasi kepadaku ,setelah itu aku mendekat menuju mayat yang telah dibuka oleh suster tadi itu
,tampak seorang bapak bapak berambut semi putih dam meiliki rambut cepak telah
berbaring diranjang mayat itu “daaadddyy,dad kenapa dad?bangun dad ,bangun dad
,plis demi aku dad bangun dad”suster tua itu menyadarkan ku agar lebih sabar
dalam menghadapi cobaan yang kutimpa saat ini.
Setelah
itu ada seorang suster berkerudung yang datang membawa kursi roda,aku tak
menegrti yang mereka maksud,karena tubuhku terlalu lemah maka lusi dan suster
tua tadi mengangkatku menuju kursi roda “sus dimana ibu saya?” tayaku sedikit
lemas “anu emh,kita sekarang menuju ruang ngan ibu anda ,kami harap anda lebih
taba ya dek” saut salah satu suster tak
beberapa lama aku dihentikan pada suatu ruang tepatnya ruang ICU (aku
mengetauhi nya dari tulisan di depan pintu ruangan itu) “mbak ,mbak bisa lihat
di dalam sana ada seseorang perempuan
yang tertidur?” tanya si suster cantik itu “i
i i tu siapa sus?” “itu ibu anda ,yang sabar ya mbak” “my mom ?” setelah
menyebutkan kalimat kalimat itu aku sudah tak sadarkan diri,ketika aku sadar
aku bisa melihat tante ria,tante igam,tante susi dan famili yang lain
“syukurlah,kamu sudah sadar nak?” tanya seorang yang ada disebelahku “ aku
dimana,mana kak reno,dady,mom ,mana mereka? Tanya ku sedikit keras “mereka
semua ada yang menangani kok nak,kamu yang sabar ya” ayo kita pulang jenazah
nya sudah ada di ambulan” ,aku pun
diangkat dari kasur kecil itu dan
dibopong meneju mobil yang tadi dikemudikan Lusi ,dan mama yang lagi gak
sadarkan diri pun dipindahkan menuju salah satu rumah sakit yang ada disekitar rumah ku.
Saat
sampai dirumah ,rumah ku pun tampak ramai dari kejauhan banyak mobil mobil dari
para colega papa,dan segelintir temen kak reno.Saat turun dari mobil aku
dibopong dengan salah satu paman ku,saat masuk kedalam rumah tanpak eyang putri
yang lagi dibopong sama bik imah,yang juga tanpak lesu,aku langsung merangkul
eyang putri sambil menangis menjadi jadi eyang putri pun menangis juga lalu
banyak dari tamu dan beberapa colega dady yang ikut menangis karena melihat sebuah drama yang nyata,sampai
sampai eyang putri pun hampir tak sadarkan diri untung nya ada bik imah
disampingnya ,aku pun menuju kamar untuk ganti baju yang lebih sopan.Setelah
ganti pakaian Lusi pun masuk kekamar ku dan memeluk erat tubuhku,tadi nya aku
yang ingin tegar dalam menghadapi situasi ini pun tak bisa memungkiri keluarnya
air mata yang sudah ada diujung bulu
mata,”thanks ya Lus,lo lo temen gue yang paling baik” kata gue sedikit sedih
karena masalah yang kutimpa, “sama sama ra,yang tabah ya,lo dicariin eyang lu
sana” jawab lusi mencoba tegar,setelah itu aku keluar menuju ruang tamu disana semakin banyak colega papa
dan temen kak reno datang eyang putri pun sudah pingsan beberapa kali.
Banyak
colega papa yang mengenalku memberi kalimat belasungkawa dan tak banyak juga
yang memberi semangat kepadaku.Aku hanya bisa meng-iyakan kata kata mereka
sambil mencoba tegar terhadap kenyataan
ini.Saat jenazah daeng aku belum melihat keluarga papa,saat grandmom
tiba,kebetulan grandmom ada di Indonesia karena dia biasa na pulang ke
Australia di negara yang menjadi tempat bertumbuhnya dady. “hei young lady,be
stranger okay,i will be there with you” “thanks gram,you are the best for me
for this situation” jawabku sedih dan hancur.Gran mom pun jatuh pingsan saat
melihat keadaan papa dan kak reno.jam sudah menunjukan pukul 16.00,ini saatnya dady dan kak reno
dikebumikan saat itu juga aku memberanika diri untuk melihat jenazah kedua
orang yang kuncitai untuk terakhir kali nya aku mengencup kening mereka berdua
,aku tak tahan lagi untuk menghadapi nya,dan saat itu juga eyang uti pun
pingsan untung saja grandmom tampak
sabar meski air mata nya yang keluar itu sangat deras saat itu Lusi dan berepa
temen temen sekolahku yang tak kutauhi kapan mereka datangnya mengangkatku
untik duduk dikursi ,aku eyang putri,dan
grandmompun pergi menuju masjid tempat dady
dan kak reno di shalati untuk yang terakhir kalinya.Setelah itu aku dan
rombongan kecil ku pun berangkat menuju ke pemakaman umum dan disaat jenazah
kak reno dan dady dimasukan keliyang lahat aku ak bisa menahan airmtaku yang
terus keluar.Setalah pemakamn usai aku pun balik menuju kerumah sakit mom dirawat ,saat aku datang momkondisiya
telah membaik dan siap dirawat diruangan biasa.Saat masuk sekolah aku bertemu
kak rio “ra gue turut berduka cita ya,atas musibah yang menimpa keluarga kamu
ya ,maaf waktu itu aku gak bisa dateng kerumahmu” kata kak reno lembut ,”gak
papa kok kak yang penting doa kakak yang Naura butuhkan”kata gue sedikit
menangis “maaf ya ra,tapi kamu jangan nagis ya” aku tidak menjawab aku langsung
pergi menuju kamar mandi dan menangis sejadih jadinya disana.Bahakan aku selalu
menghindar dai kak rio karea aku maih malu terhdap kondisi yang tadi
Kondisi
mom terus membaik dari hari kehari
sampai mom pun diijinkan pulang ,tapi aku sedikit sedih karena ingatan mom
sudah berantakan terkadang Mom menagis mengingat kejadian yang menimpanya
terkadang mom pun hanya diam seribu bahasa mengingat kelumouhan yang menderah
nya.Sampai suatu saat granmom mengajak mom untuk berobat di Australia ,pertama
aku tidak menyetujuinya karena aku takut kehilangan mom ,tapi karena demi
kebaikan mom pun akhirnya aku pun luluh.
Di
saat mom telah pergi menuju Australia ,aku di Indonesia pun mulai menyiapkan
segala kebutuhan kepindahan ku menuju Australia ,karena menurut salah satu
dokter di Australia mom harus dirawat intensif sampai kondisi mom sembuh
total,akhirnya karena keputusan dokter itu grandmom pun meyuruh ku untuk
melanjutkan sekolah di Australia sambil menjaga mom dan grandmom karena di sana
grandmom tinggal sendiri.Mau ngak mau aku pun harus pindah menyusul mom,dan
meninggalkan segala macam kenangan ynag
telah aku buat.Saat mengurus surat surat kepindahan dari sekolah aku bertemu
kak rio ,untuk kali ini aku sudah gak bisa menghindar dari kak rio “ra kenapa
kamu menghindar dari aku ra?” tanya kak rio “maaf ka rara gak bisa jelasin
maslah yang ada ,kalo rara cerita pasti kakak akan terpukul” jawabku sedikit
sedih ,karena dalam beberapa hari kedepan aku harus meninggalkan kak rio “kenapa
ra?”tanya kak rio sedikit menyesal “gak papa kak ,ini pravisi ku nanti kak rio
juga mengerti maaf kak” jawab ku sambil
berlari menuju kelas.Keesokan hariya,disaat bel berbunyi aku pun berlari menuju
depan kelas “teman teman aku mau ngomong” “ngomong apa ra?ngomong aja kali
mungkin kita bisa bantu” teriak Lusi “iya ra” jawab anak anak satu kelas
kompak “maaf ,mungkin yang ini kalian
gak bisa membantu aku” “emang masalah apaan si ra” tanya Aldi yang berada di
depanku “teman teman ,maaf hari ini adalah hari terakhir aku bertemu kalian ,maaf ya kalo aku punya
banyak salah kekalian” “maksut mu apa ra,kita gak ngerti” tanya lusi
kebingungan “besok,aku Naura Briwtney akan pergi dari kehidupan kalian” jawabku
tegas “apa ra?lo mau kemana? Tanya chi chi yang binggung sekali “aku besok akan
pergi pindah ke Australia dan akan menetap disana ,maaf ya” jawabku sambil
mengeluarkan airmata yang begitu banyak ,Lusi yang dari tadi tampak kebingunan
pun lari menuju diriku dan memelk erat tubuhku “ra lo gak bohong kan? “gak lus
ini surat pindahnya ,maaf ya Lus”. “teman teman demi menghormati kepergian
teman kita yang baik dan cantik ini aku Lusi Setjowardani akan mengadakan
tasyakukuran dan perpisahan di rumah
rara,tepatnya jam 6 sore dateng
ya,makanan nya dari aku kok dateng ya” teriak Lusi didepan kelas sambil
memeluk ku.Disaat jam pulang sekolah aku berjalan sendiri menuju depan sekolah
karena Lusi sudah pulang lebih dahulu karena menyiapkan segala sesuatu yang
akan dibuat nanti “ra mau bonceng gak” tanya seseorang yang membuyarkan
lamunanku “ow kak rio,gak kak makasih kak” “beneran ini mau hujan gini loh”
“ayo mikut aja” ,karena aku ngak mau mengecewakan kak rio untuk terakhir
kalinya aku menyetuju inya .ketika sampai dirumah aku pun menyilahkan kak rio
untuk masuk kerumah ,tapi kak rio langsung pergi . Saat didalam rumah aku
merasa sedih karena besok aku sudah tidak menikmati masa masa dirumahku
sendiri “hei anak cantik kenapa kamu
melamun?’’ tanya seseorang dibelakangku “tante igam kok ngagetin rara
si?”jawabku sedikit cemberut “sabar ya nak,kamu pasti bisa melalu inya sabar ya
nak” “iya tante makasih ya tante mau jaga rara selama ini,makasih ya tante
tante baik banget deh” jawabku ,sambil memeluk seseorang yang telah merawatku
semenjak dady meninggal “sama sama ra,barang barang mu sudah selesai dipacking
kan?” “udah kok tante.oiya tante nanti abis maghrib temen temen rara ma kesini
te,mau ngadaiin perpisahan sama rara” “iyakah?yaudah kalo gitu tante mau buat
kue dulu ya” “iya te,maaf ya gak bisa banu te” “ iya gak papa kok sayang” ,lalu
tante igam pun memulai acaranya sedangkan aku hanya menangis sambil melihat
foto foto kelarga komplit ku dulu.Jam menunjukan waktu 5.30 sore aku langsung menuju kamar mandi dan
menunaiakan sholat maghrib “setelah itu tampak Lusi mengedor pintu kamar ku”
“ra,anak anak udah dateng no” “iya lus gue turun” betapa terkejutnya saat ku
melihat teman teman ku satu kelas kumpul diruang tamu tapi ada seorang laki
laki yang duduk didepan meja tamu depan “lus siapa itu?” “ya ampun ra itu kak
rio” “yaampun” jawabku binggung,dan berlari menuju kak rio “kak rio” lalu kak
rio pun bangikt dari kursi “jadi ini ra,rahasiamu?” tanya kak rio “maaf kak,aku
belum bilang ke kak rio tadi” “yaudah gak papa kok ini ada hadiah dariku ra
tapi jangan dibuka sekarang ya ,plis” “idih pake hadiah hadian ana kayak apa
aja deh,trus kapan kak?” jawab ku binggung “besok pas kamu diatas pesawat
ok,aku pulang dulu ya” “ok kak,gak makan dulu kak?” “gak gak usah makasih ya
ra” ,acara tasyakuran pun berjalan sangat hikmat dan penuh makna ,jam terus
berputar teman teman satu kelas pun pulang satu persatu termasuk Lusi ,kalo
lusi juga ngasih hadiah yang aku sukai yaitu jam tangan pasangan sama Lusi.
Pagi
hari matahari menyinari kota Jakarta aku
pun bergegas mandi dan bersiap siap
melakukan perjalan ini .semua sudah siap dan
aku ready untuk berangakt sebelum berangaka t aku perpamitan ke eyang
putri dan para tante tante ku.saat aku sudah sampai di bandara aku langsung
menuju ke terminal keberangakatan international.
Saat di
pesawat aku merasa borring dan nganuk banget ,tapi saat itu aku mengingat
hadiah dari kak rio ,dan langsung aku cri dan kubuka dan itu berupa surat
berbungkus putih dan ketika kubaca isi nya berupa puisi yang sangat indah ini
merupakan cuplikan nya
II.
Sedikit sesak ketika aku berusaha untuk melupakanmu
Air mataku hanya sanggup keluar di pelupuk mata
Tak mampu lagi aku menetes
Karena air mata ini telah habis tercurah ketika kita berpisah
Sedikit pilu ketika aku terkenang masa lalu
Yang kini.. semua kenangan tentang dirimu telah hilang
Melihat namamu saja aku senang, entah mengapa..
Apa kerinduanku begitu dalam padamu??
Saat ini aku mencari jejakmu
Jejak kepergianmu..
Aku ingin pastikan kau hidup bahagia, walau itu tanpaku
Walau aku tahu, kita masih saling cinta..
Tapi, aku tahu ini yang terbaik
Untukmu, untukku, dan untuk mereka..
Setelah membaca puisi yang
pertama tampak ada kertas pink lalu aku buka ternyata isinya adalah sebuah
puisi lagi
III.
Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku
Kubelai rambutmu dengan
kelembutan angin malam
tak kuasa menahan gejolak
kasih
limpahan nuansa kejora malam
yang tak bertepi
Tak akan kutinggalkan
hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada
kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan
kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak
meragas
Dan kepergian mu merupakan
derita terbesarku
`Dalam sunyi aku memohon kepada
Tuhan
Agar sealu membimbingmu
dalam tiap langkahmu
Ke dua puisi itu menumpahkan air mata ku yang terus mengalir,dengam perasaan
yang binggung aku putuskan untuk tidur ,aku tak sanggup menerima semua realita
ini.
·
Ӂ
Ku mulai hari hari ku di negeri kanguru ini dengan
perasaan yang biasa biasa karena aku telah mencoba untuk melupakan semua
tentang kehidupan,kenyataan,dan sebuah realita yang pernah kualami di
Indonesia,bukan karena aku tak
menyayangi mereka yang ada dimasa lalu ku tapi aku mencoba membuka lembaran
baru ku di sini,tanpa adanya rasah gundah yang ada.
Meski beribu kilometer jrak memisahkan kehidupan ku
dengan Lusi sahabatku ,aku tetap berhubungan melalui email yang ada ,dan saling
memberikan kabar termasuk kak rio yang tak diketauhi jejak nya semenjak
kepergianku menuju Australia,mungkin inilah keadaan yang patut aku terima.
Aku menjalani kehidupan di sebuah unversitas
ternama disalah satu negara bagian di Australia,da disana pun banyak orang
orang indoneia.Dan aku pun mulai merajut kisah dengan salah satu anak Indonesia
yang berasal dari daerah bandung ,dan aku pun mencoba melupakan kak rio yang
pernah mengisi kehidupan ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar